AKSI! Pemuda Bergerak, Pelestarian lingkungan .

Redaksi
November 29, 2025, November 29, 2025 WIB Last Updated 2025-11-29T01:39:07Z


Gerakan Pemuda Nasional untuk Lingkungan dan Iklim 2026–2030

Jakarta, 28 November 2025

Oleh : Novita sari yahya

Banjir Sumbar–Sumut: Bencana yang Menggugah Kesadaran

Beberapa hari alu, saya menyaksikan banjir besar yang melanda Sumatera Barat dan Sumatera Utara. Kejadian itu tidak hanya merendam rumah dan memutus akses warga, tetapi juga menyisakan trauma mendalam. Anak-anak harus dievakuasi menggunakan perahu karet, sementara sejumlah wilayah tertutup lumpur tebal. Setiap kali melihat berita dan video dari warga, saya disadarkan bahwa bencana seperti ini tidak muncul begitu saja.

Sering sekali kita menyebutnya “bencana alam”, tetapi kenyataannya banyak kerusakan lingkungan yang memperparah skala bencana adalah akibat ulah manusia. Beberapa hari setelah banjir, saya menemukan sebuah unggahan di media sosial yang menggambarkan ironi itu dengan lugas: sementara pemodal yang melakukan penebangan hutan menikmati kenyamanan di apartemen berpendingin udara, masyarakat yang tinggal harus menanggung akibat dari hutan yang terus ditebangi. Ungkapan itu memang tajam, tetapi sulit dibantah.

Perubahan fungsi lahan, alih guna kawasan hutan, dan lemahnya perlindungan daerah aliran sungai telah lama diperingatkan para peneliti. Namun, selama kerusakan terus berlangsung dan pengawasan tidak diperkuat, wilayah-wilayah rentan akan selalu berada dalam bahaya. Banjir besar di Sumbar–Sumut menjadi contoh terbaru bahwa sistem alam kita semakin rapuh, dan kita tidak bisa lagi bersikap pasif.

Dari Keprihatinan Pribadi Menjadi Gerakan Anak Muda

Keprihatinan saya terhadap isu lingkungan sebenarnya sudah muncul sejak lebih dari satu dekade lalu. Sejak 2012, saya menulis berbagai catatan tentang menipisnya ruang hijau, menurunnya kualitas sungai, hingga tingginya laju deforestasi. Namun, seiring waktu saya menyadari satu hal: keprihatinan saja tidak cukup. Tulisan, diskusi, dan seminar penting, tetapi tanpa tindakan nyata, perubahan tidak akan terjadi.

Beberapa minggu lalu, saya menerima pesan dari beberapa komunitas pemuda di berbagai daerah. Mereka bertanya bagaimana cara membangun gerakan lingkungan yang tidak hanya muncul sesaat bukan sekadar kampanye viral yang cepat tenggelam melainkan gerakan yang berkelanjutan, terorganisasi, dan berdampak langsung pada masyarakat serta kebijakan.

Pertanyaan itu memicu diskusi yang akhirnya berkembang menjadi proses panjang. Kami berdiskusi tentang strategi, kebutuhan, tantangan, dan potensi gerakan nasional yang benar-benar dipimpin oleh pemuda.

Dari proses inilah lahir sebuah dokumen yang hari ini saya umumkan: Kerangka Acuan Kerja Gerakan AKSI Pemuda Lestari 2026–2030, dengan tagline “Pemuda Bergerak, Peleatarian Lingkungan”.

Gerakan ini bukan sekadar himbauan, tetapi inisiatif nyata untuk membangun struktur aksi dari tingkat komunitas hingga nasional.

Mengapa Harus Pemuda? Mengapa Harus Sekarang?

Indonesia memiliki populasi muda yang sangat besar. Menurut berbagai laporan resmi, generasi usia produktif terutama kelompok muda merupakan pangsa signifikan dari total penduduk. Ini adalah modal sosial yang luar biasa, karena energi, kreativitas, dan keberanian pemuda adalah faktor yang selalu mendukung perubahan besar dalam sejarah.

Selain itu, krisis lingkungan dan iklim bukan lagi isu yang bisa ditunda. Laporan-lembaga internasional seperti IPCC dan UNDP menunjukkan bahwa kerusakan ekosistem sedang menuju titik di mana proses pemulihan akan menjadi jauh lebih sulit dan mahal. Di tingkat nasional, berbagai indikator lingkungan menunjukkan tekanan besar pada kualitas air, udara, hutan, dan sistem pengelolaan sampah.

Inilah saatnya generasi muda mengambil peran. Generasi muda adalah kelompok yang paling merasakan dampak hancurnya lingkungan atau indahnya bumi yang dipulihkan. Tidak ada pilihan selain bergerak.

Visi 2045: Indonesia Hijau yang Dipimpin Generasi Muda

Visi gerakan AKSI Pemuda Lestari adalah membangun Indonesia yang hijau, adil iklim, dan berkelanjutan pada tahun 2045, ketika bangsa ini merayakan satu abad kemerdekaannya. Visi ini bertumpu pada keyakinan bahwa generasi muda bukan hanya penerus, tetapi pemimpin hari ini.

Pada 2045, kita ingin melihat Indonesia yang:

menjaga hutannya sebagai aset ekologis terbesar di Asia,

memiliki sungai dan pesisir yang bersih,

memiliki kota yang ramah lingkungan,

memiliki masyarakat yang sadar dan terlibat dalam pemulihan lingkungan, dan menempatkan keberlanjutan sebagai dasar setiap kebijakan publik.

Visi ini mungkin terdengar ideal, tetapi banyak negara telah membuktikan bahwa transformasi ekologis adalah sesuatu yang mungkin dicapai apabila gerakan sosial dan politik bergerak sejalan.

Target Besar 2030: Gerakan Nasional yang Terstruktur

Untuk mencapai visi 2045, gerakan ini menetapkan target besar hingga tahun 2030. Target ini dirumuskan berdasarkan diskusi dengan berbagai komunitas dan mempertimbangkan realitas lapangan.

Beberapa sasaran utama yang ingin dicapai antara lain:

1. Menggerakkan satu juta pemuda aktif dalam aksi lingkungan.

2. Melaksanakan ribuan aksi lapangan di berbagai daerah, termasuk penanaman, edukasi publik, restorasi sungai, dan penguatan komunitas.

3. Menghasilkan rekomendasi kebijakan dari suara pemuda untuk mendorong praktik pembangunan yang lebih berkelanjutan.

4. Menjadikan AKSI Pemuda Lestari sebagai gerakan lingkungan terbesar di Asia Tenggara.

Setiap tahun akan ada indikator perkembangan yang terus dipantau. Mulai dari pembentukan anggota inti, pelatihan komandan lapangan, pengorganisasian aksi, hingga advokasi kebijakan daerah dan nasional.

Target ini ambisius, tetapi pengalaman gerakan sosial menunjukkan bahwa skala besar dicapai melalui konsistensi, komitmen, dan organisasi yang kuat.

Pilar Utama: EDUAKSI – Membangun Gelombang Kesadaran Baru

Gerakan ini menyadari bahwa perubahan tidak bisa tumbuh tanpa kesadaran. Karena itulah pilar pertama gerakan diberi nama EDUAKSI—gabungan dari edukasi dan aksi. Pilar ini tidak hanya fokus pada penyampaian pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan pemimpin muda yang siap bekerja di lapangan.

Program utama di bawah EDUAKSI mencakup:

a. Sekolah Komando Iklim (SKI)

Program pelatihan intensif bagi pemuda untuk memahami isu lingkungan, strategi advokasi, dan manajemen aksi. Targetnya adalah melahirkan ribuan lulusan yang siap memimpin gerakan lokal.

b. LIGA AKSI Nasional

Kompetisi konten lingkungan yang melibatkan kreator muda dari seluruh Indonesia. Program ini mendorong lahirnya narasi populer mengenai penyelamatan bumi.

c. Pasukan Guru Muda

Program yang melibatkan mahasiswa untuk mengajar materi lingkungan dan iklim di sekolah-sekolah. Langkah ini diharapkan menanamkan kesadaran ekologis sejak usia dini.

d. AKSI Talk—Roadshow Nasional

Sebuah platform dialog di berbagai kota untuk mempertemukan pemuda dengan ahli lingkungan, akademisi, dan pembuat kebijakan.

Melalui EDUAKSI, gerakan ini tidak hanya mengajak pemuda bergerak, tetapi juga mempersiapkan mereka secara intelektual dan emosional untuk menjadi agen perubahan.

Satu Komando, Satu Jawaban: AKSI! SEKARANG!

 Kami menyadari tantangan lingkungan tidak bisa diselesaikan hanya oleh satu kelompok. Karena itu, gerakan ini bersifat inklusif dan terbuka bagi seluruh pemuda Indonesia: mahasiswa, pelajar, pekerja, petani milenial, nelayan muda, anak kota, anak desa, dan diaspora.

Kami mengajak seluruh pemuda untuk bergabung, berorganisasi, dan mengambil peran dalam pemulihan lingkungan.

Satu komando: AKSI!
Satu jawaban: SEKARANG!

Tugas kita adalah memastikan bahwa generasi muda mewarisi lingkungan tempat tinggal yang lebih baik daripada yang kita terima hari ini.

Jakarta, 28 November 2025
Inisiator & Pendamping Gerakan AKSI Pemuda Lestari

DAFTAR PUSTAKA & REFERENSI

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. (2024). Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) 2024.

Badan Pusat Statistik. (2024). Proyeksi Penduduk Indonesia 2020–2050.

Global Forest Watch. (2024). Tree Cover Loss in Indonesia 2001–2023.

Climate Watch – World Resources Institute. (2024). Greenhouse Gas Emissions Data.

IPCC. (2023). Sixth Assessment Report: Synthesis Report.
UNDP Indonesia. (2024). Youth and Climate Action Report.

World Bank. (2024). Indonesia Economic Prospects: Towards a Green Economy.

UNICEF Indonesia. (2023). Generasi Hijau: Peran Pemuda dalam Aksi Iklim.
KLHK. (2024). Laporan Inventarisasi Gas Rumah Kaca Nasional.

Kemenpora RI. (2024). Data Kepemudaan Indonesia.
Komentar

Tampilkan

  • AKSI! Pemuda Bergerak, Pelestarian lingkungan .
  • 0

Terkini

Pimpinan