Pada akhir November 2025, bencana banjir bandang kembali menghantam sejumlah wilayah di Sumatera Barat. Hujan ekstrem yang berlangsung sejak 22 November menyebabkan aliran sungai meluap dan menghancurkan permukiman di beberapa kabupaten. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Barat dalam laporan terbarunya menyebut puluhan orang meninggal dan puluhan lainnya masih hilang. Sementara itu, ribuan warga mengungsi sambil menunggu upaya evakuasi yang terkendala medan sulit dan cuaca yang terus berubah.
Fenomena banjir bandang ini bukan kejadian pertama bagi masyarakat Sumatera Barat. Dalam dua dekade terakhir, wilayah ini berulang kali dilanda bencana serupa. Namun, intensitas dan dampaknya semakin besar. Hujan ekstrem memang menjadi faktor pemicu, tetapi kerusakan lingkungan seperti penebangan liar, penggundulan hutan, dan alih fungsi lahan secara tidak terkontrol menjadi penyebab utama yang tak bisa lagi diabaikan.
Luas hutan Sumatera Barat terus menyusut setiap tahun. Laporan berbagai media dan lembaga lingkungan menunjukkan bahwa aktivitas penebangan kayu secara ilegal meningkat sejak 2020 hingga 2025. Banyak area yang sebelumnya menjadi kawasan resapan air berubah menjadi kebun, permukiman, dan tambang rakyat. Akibatnya, ketika curah hujan tinggi datang, tanah tidak lagi mampu menahan air. Sungai-sungai kecil yang mengalir di lereng yang dulu tenang berubah menjadi amukan air yang membawa lumpur, kayu, dan bebatuan.
Pada kasus banjir November 2025, sejumlah saksi dan aparat menemukan banyak material kayu gelondongan yang terbawa aliran banjir. Hal ini menunjukkan bahwa penebangan liar masih marak di hulu sungai. Padahal pemerintah daerah sudah berkali-kali mengeluarkan peringatan dan menindak sejumlah pelaku. Namun, praktik tersebut masih terus berjalan, bahkan seringkali melibatkan oknum tertentu yang membiarkan aktivitas itu berlangsung.
Bencana ekologis ini seolah menjadi alarm keras bagi masyarakat Minangkabau. Tanah yang subur dan berhutan lebat dulu menjadi benteng alami dari banjir. Kini benteng itu perlahan hilang. Jika tidak ada tindakan nyata dan cepat, banjir bandang akan menjadi ancaman rutin setiap tahun, terutama saat musim penghujan tiba.
Krisis Sosial di Ranah Minang.
Selain kerusakan lingkungan, masyarakat Sumbar juga menghadapi permasalahan sosial yang makin kompleks. Dalam beberapa tahun terakhir, Sumatera Barat masuk dalam deretan provinsi dengan tingkat peredaran narkoba yang cukup tinggi secara nasional. Data Badan Narkotika Nasional (BNN) mencatat bahwa Sumbar berada di peringkat keenam nasional dalam jumlah kasus peredaran narkoba. Angka ini menunjukkan bahwa ancaman narkotika merambah hingga daerah-daerah yang sebelumnya dianggap aman.
Kasus narkoba tidak hanya menyentuh kota besar seperti Padang dan Bukittinggi, tetapi juga daerah perbatasan seperti jalur Sumbar–Riau. Banyak laporan menyebutkan bahwa jalur lintas itu sering digunakan untuk distribusi narkoba antarprovinsi. Beberapa penangkapan besar yang dilakukan aparat membuktikan dugaan tersebut. Keadaan ini memperlihatkan bahwa masalah lingkungan dan bencana alam bukan satu-satunya tantangan yang dihadapi masyarakat. Ada krisis moral dan sosial yang perlu diperbaiki secara serius.
Selain narkoba, persoalan prostitusi terselubung juga menjadi masalah yang sering muncul khususnya di jalur lintas yang ramai dilalui kendaraan malam hari. Laporan media menyebutkan bahwa warung remang-remang yang beroperasi di sepanjang jalur Sumbar–Riau semakin marak. Aktivitas ini bukan hanya melanggar hukum, tetapi juga berdampak buruk pada generasi muda. Lokasi-lokasi seperti itu sering dimanfaatkan untuk transaksi narkoba, minuman keras, dan aktivitas lain yang tidak sehat bagi masyarakat.
Masalah sosial lain yang mengkhawatirkan adalah meningkatnya kasus HIV/AIDS. Berdasarkan data resmi yang dipublikasikan pemerintah dan dinas kesehatan, Sumatera Barat mencatat lebih dari 1.800 kasus HIV. Sebagian besar penderitanya adalah usia produktif, yang menunjukkan bahwa penyebarannya terjadi pada kelompok yang aktif secara sosial maupun ekonomi. Fakta ini menandakan perlunya edukasi kesehatan yang lebih gencar, terutama di kalangan remaja dan dewasa muda.
Jika persoalan-persoalan sosial ini tidak ditangani secara serius, maka ketika bencana alam datang, dampaknya akan semakin buruk. Masyarakat yang sudah rentan secara ekonomi dan moral akan lebih sulit bangkit dari keterpurukan. Bencana tidak hanya merusak fisik lingkungan, tetapi juga memukul kondisi sosial dan memperlemah ketahanan masyarakat.
Minangkabau: Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah ( ABSSBK ).
Masyarakat Minangkabau dikenal dengan falsafah “alam takambang jadi guru”, yang berarti lingkungan alam menjadi sumber pembelajaran hidup. Namun kini, alam yang dulu dijaga dengan penuh kearifan mulai mengalami kerusakan parah. Banyak nagari yang dulunya hidup selaras dengan alam kini menghadapi tantangan besar karena rusaknya ekosistem sekitar.
Nilai adat yang seharusnya menjadi pedoman moral juga mulai tergerus perubahan zaman. Berbagai tokoh adat dan ulama di Sumatera Barat telah berulang kali mengingatkan bahwa banyak anak muda mulai kehilangan arah, terjebak dalam gaya hidup modern yang tidak sesuai dengan filosofi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah ( ABSSBK ). Penyimpangan moral, meningkatnya kriminalitas, dan lemahnya kesadaran lingkungan menjadi tanda bahwa nilai-nilai tradisional sedang melemah.
Kerusakan lingkungan yang terjadi sebenarnya mencerminkan krisis nilai ini. Masyarakat Minang sejak dahulu dikenal menjaga hutan nagari dan menghormati alam sebagai sumber kehidupan. Namun dalam beberapa tahun terakhir, banyak hutan nagari yang dijual atau disewakan kepada pihak luar. Pengelolaan yang tidak tepat mengakibatkan kerusakan yang kini dirasakan seluruh masyarakat.
Karena itu, bencana banjir bandang di Sumbar bukan hanya peristiwa alam, tetapi juga cerminan dari perubahan sosial dan budaya yang sedang terjadi. Alam yang rusak adalah tanda bahwa identitas budaya yang dulu kuat kini mulai melemah.
Upaya Pemerintah dan Tantangan ke Depan.
Setelah banjir melanda, pemerintah daerah bersama TNI, Polri, BPBD, dan relawan segera turun membantu proses evakuasi dan penanganan korban. BNPB juga menurunkan bantuan logistik, tenda darurat, makanan siap saji, serta alat-alat penyelamatan. Namun, upaya tanggap darurat saja tidak cukup. Yang dibutuhkan adalah kebijakan jangka panjang yang mampu memulihkan kondisi lingkungan dan memperbaiki tata ruang.
Beberapa langkah yang sangat mendesak dilakukan antara lain:
1. Rehabilitasi hutan dan daerah aliran sungai (DAS) secara besar-besaran Penanaman kembali harus dilakukan di hulu sungai yang rawan erosi dan longsor.
2. Penegakan hukum terhadap penebangan liar dan mafia kayu.
Tanpa tindakan tegas, kerusakan akan terus berlanjut.
3. *Penataan ulang kawasan permukiman di daerah rawan banjir. Banyak warga tinggal terlalu dekat dengan bantaran sungai.
4. Edukasi lingkungan untuk masyarakat.
Kesadaran lingkungan harus kembali menjadi bagian hidup masyarakat Minang.
5. Penguatan peran ninik mamak dan tokoh adat.
Nilai adat harus kembali menjadi pedoman agar masyarakat tidak kehilangan arah.
6. Program pemberdayaan sosial untuk pemuda melalui kegiatan positif, pencegahan narkoba, dan penekanan kasus prostitusi terselubung.
7. Penguatan layanan kesehatan publik untuk mencegah peningkatan HIV/AIDS melalui edukasi dan pemeriksaan rutin.
Langkah-langkah tersebut bukan hanya untuk mencegah bencana berikutnya, tetapi juga untuk memulihkan martabat sosial dan budaya Minangkabau.
Penutup: Alarm Keras bagi Sumatera Barat.
Banjir bandang November 2025 adalah pengingat bahwa alam tidak bisa terus dieksploitasi tanpa batas. Kerusakan hutan, pergeseran nilai sosial, meningkatnya kriminalitas, dan kemerosotan moral menjadi satu rangkaian masalah yang saling berkaitan. Alam memberi tanda melalui bencana. Namun jika masyarakat tidak berubah, tanda itu akan berubah menjadi bencana yang lebih besar lagi.
Sumatera Barat memiliki kekayaan alam, budaya, dan sejarah yang luar biasa. Namun semua itu akan hilang jika masyarakat tidak segera memperbaiki relasi dengan alam dan memperkuat kembali nilai adat serta moral sosial. Bencana ini harus menjadi titik balik, bukan sekadar catatan duka.
DAFTAR REFERENS
ANTARA News Sumbar. (2023–2025).Peredaran narkoba di Sumbar tertinggi ke-6 nasional — Data BNN Provinsi. ANTARA News.
[https://sumbar.antaranews.com/berita/624723/bnn-peredaran-narkoba-di-sumbar-tertinggi-ke-6-secara-nasional](https://sumbar.antaranews.com/berita/624723/bnn-peredaran-narkoba-di-sumbar-tertinggi-ke-6-secara-nasional)
ANTARA News Sumbar. (2025)..Ketua MUI Sumbar minta warga korban banjir sabar dan kuat. ANTARA News.
[https://sumbar.antaranews.com/berita/611550/ketua-mui-sumbar-minta-warga-korban-banjir-sabar-dan-kuat](https://sumbar.antaranews.com/berita/611550/ketua-mui-sumbar-minta-warga-korban-banjir-sabar-dan-kuat)
ANTARA News Sumbar. (2025). Satgas PKH segel hampir 3.000 hektar lahan ilegal di kawasan hutan Pasaman. ANTARA News.
[https://sumbar.antaranews.com/berita/729785/kerugian-dampak-bencana-sumbar-capai-rp653-miliar](https://sumbar.antaranews.com/berita/729785/kerugian-dampak-bencana-sumbar-capai-rp653-miliar)
Badan Pusat Statistik (BPS). (2025). Profil kemiskinan Provinsi Sumatera Barat September 2024. BPS.
[https://www.bps.go.id/en/pressrelease/2025/01/15/1330/profil-kemiskinan-provinsi-sumatera-barat-september-2024.html](https://www.bps.go.id/en/pressrelease/2025/01/15/1330/profil-kemiskinan-provinsi-sumatera-barat-september-2024.html)
CNN Indonesia. (2025, 28 November). Tambang ilegal diduga picu bencana banjir Sumatra, ESDM buka suara*. CNN Indonesia.
[https://www.cnnindonesia.com/nasional/20251127135953-20-1300085/fakta-fakta-banjir-besar-kepung-aceh-sumut-hingga-sumbar](https://www.cnnindonesia.com/nasional/20251127135953-20-1300085/fakta-fakta-banjir-besar-kepung-aceh-sumut-hingga-sumbar)
Dirgantara Online. (2025)..Warung “enak-enak” di perbatasan Sumbar. Dirgantaraonline.co.id.
[https://www.dirgantaraonline.co.id/2025/05/warung-enak-enak-di-perbatasan-sumbar.html](https://www.dirgantaraonline.co.id/2025/05/warung-enak-enak-di-perbatasan-sumbar.html)
Klikpositif.com. (2025). Kasus HIV/AIDS Kota Padang mencapai 1.834 kasus hingga September 2025. Klikpositif.
[https://klikpositif.com/hingga-september-2025-kasus-hiv-aids-kota-padang-tercatat-sebanyak-1834-kasus/](https://klikpositif.com/hingga-september-2025-kasus-hiv-aids-kota-padang-tercatat-sebanyak-1834-kasus/)
Media Indonesia. (2025, 29 November). Dugaan illegal logging: Siapa pemilik kayu gelondongan yang hanyut saat banjir Sumatra. Media Indonesia.
[https://mediaindonesia.com/nusantara/835276/dugaan-illegal-logging-siapa-pemilik-kayu-gelondongan-yang-hanyut-saat-banjir-sumatra](https://mediaindonesia.com/nusantara/835276/dugaan-illegal-logging-siapa-pemilik-kayu-gelondongan-yang-hanyut-saat-banjir-sumatra)
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. (2022–2025). Nilai budaya ABS-SBK dalam pembinaan generasi muda. Sumbarprov.go.id.
[https://sumbarprov.go.id/home/news/20492-ajarkan-nilai-budaya-sejak-dini-gubernur-mahyeldi-buka-bimtek-pengamalan-abs-sbk-bagi-milenial](https://sumbarprov.go.id/home/news/20492-ajarkan-nilai-budaya-sejak-dini-gubernur-mahyeldi-buka-bimtek-pengamalan-abs-sbk-bagi-milenial)
)
Relasi Publik. (2025, 5 Agustus). Warganet unggah foto lokasi perambahan hutan di Silaut, sebut inisial oknum dewan terlibat. RelasiPublik.com. [https://relasipublik.com/warganet-unggah-foto-lokasi-perambahan-hutan-di-silaut-sebut-inisial-oknum-dewan-terlibat/](https://relasipublik.com/warganet-unggah-foto-lokasi-perambahan-hutan-di-silaut-sebut-inisial-oknum-dewan-terlibat/)
RINews.id. (2025, 10 November). Penyerobotan kawasan hutan produksi konversi di Tapan: Analisis hukum atas transaksi tanah ulayat dan dampak deforestasi massal. RINews.id. [https://www.rinews.id/penyerobotan-kawasan-hutan-produksi-konversi-di-tapan-analisis-hukum-atas-transaksi-tanah-ulayat-dan-dampak-deforestasi-massal/](https://www.rinews.id/penyerobotan-kawasan-hutan-produksi-konversi-di-tapan-analisis-hukum-atas-transaksi-tanah-ulayat-dan-dampak-deforestasi-massal/)
Realita News. (2024). Prostitusi berkedok warung remang-remang di jalan lintas Sumbar–Riau. Realita.news.
[https://realita.news/prostitusi-berkedok-warung-remang-remang-tumbuh-menjamur-di-jalan-lintas-sumbar-riau/](https://realita.news/prostitusi-berkedok-warung-remang-remang-tumbuh-menjamur-di-jalan-lintas-sumbar-riau/)
Suara Sumbar. (2024). Emak-emak gerebek warung diduga tempat prostitusi dan judi di Padang Pariaman. Suara.com.
[https://sumbar.suara.com/read/2024/11/09/211914/heboh-emak-emak-gerebek-warung-diduga-tempat-prostitusi-dan-judi-di-padang-pariaman](https://sumbar.suara.com/read/2024/11/09/211914/heboh-emak-emak-gerebek-warung-diduga-tempat-prostitusi-dan-judi-di-padang-pariaman)
Sumbarkita.id. (2024, 28 Desember). Falsafah ABS-SBK dinilai jadi solusi atasi permasalahan sosial. Sumbarkita.
[https://posmetropadang.co.id/metro-sumbar/343043/pengimplementasian-abs-sbk-2024-mahyeldi-serahkan-penghargaan-bagi-nagari-terbaik/](https://posmetropadang.co.id/metro-sumbar/343043/pengimplementasian-abs-sbk-2024-mahyeldi-serahkan-penghargaan-bagi-nagari-terbaik/)
Sumbarkita.id. (2025). Tingkat kemiskinan Sumatera Barat tercatat 5,35 persen. Sumbarkita.
[https://sumbarkita.id/tingkat-kemiskinan-sumbar-tercatat-535-persen-masih-di-bawah-rata-rata-nasional/](https://sumbarkita.id/tingkat-kemiskinan-sumbar-tercatat-535-persen-masih-di-bawah-rata-rata-nasional/)
Sumbar BPS. (n.d.). Persentase penduduk miskin menurut kabupaten/kota di Sumatera Barat. BPS Sumbar.
[https://sumbar.bps.go.id/indicator/23/34/1/persentase-penduduk-miskin-menurut-kabupaten-kota-di-sumatera-barat.html](https://sumbar.bps.go.id/indicator/23/34/1/persentase-penduduk-miskin-menurut-kabupaten-kota-di-sumatera-barat.html)

