-->

Notification

×

PLT Sekdis Satpol PP kabupaten Bogor DADANG HENGKI Diduga "NGEPRANG" Ketua LSM IMW Janji Suruh Menghadap Ke mako Tapi Malah Menghilang.

Mei 25, 2026 | Mei 25, 2026 WIB Last Updated 2026-05-25T16:05:49Z
KABUPATEN BOGOR – Neodetik.com || sikap tidak profesional dan dugaan sengaja menghambat laporan warga di lingkungan Pemkab Bogor. Kali ini sorotan tajam tertuju langsung kepada Dadang Hengki, Pejabat Pelaksana Tugas (PLT) Sekretaris Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bogor. 

Pejabat tinggi penegak peraturan daerah ini dituduh secara terang-terangan BERMAIN KOTOR dan "NGEPRANK" Ketua DPD LSM Indonesia Moraliti Watch (IMW), Edwar, yang datang dengan niat suci melaporkan pelanggaran hukum berat: pembangunan menara telekomunikasi (Tower GSM) ilegal di Kecamatan Kelapa Nunggal.
 
Kejadian memalukan ini membuktikan dugaan kuat publik: Bahwa melapor pelanggaran di Kabupaten Bogor itu sulit, berbelit-belit, dan sering dihalangi oleh pejabat itu sendiri. Padahal Satpol PP adalah garda terdepan penertiban bangunan liar.
 
 JANJI MANIS YANG BERUJUNG PENIPUAN
 
Kronologi kejadian sangat jelas dan memalukan. Edwar selaku Ketua DPD LSM IMW yang dikenal getol mengawal kepentingan rakyat, sudah berkomunikasi dan berjanji bertemu dengan Dadang Hengki. Isunya sangat krusial: adanya pembangunan menara ilegal di Desa Cikahuripan, Kecamatan Kelapa Nunggal, yang tanpa izin, mengancam radiasi pada anak-anak, dan diduga kuat aparat setempat menutup mata.
 
Dadang Hengki selaku pejabat yang berwenang di Satpol PP sudah BERJANJI TEGAS: "Silakan datang ke Markas Komando (Mako) Satpol PP, kita bahas dan tindak lanjut di kantor."
 
Berdasarkan janji itu, Edwar dan tim pun berangkat, meluangkan waktu, tenaga, dan biaya khusus datang ke kantor Satpol PP Kabupaten Bogor dengan harapan laporan pelanggaran besar ini segera ditindak tegas sesuai hukum.
 
NAMUN APA YANG TERJADI? KETIKA TIBA DI LOKASI, PINTU KOSONG, PEJABAT UDAH TIDAK ADA DI TEMPAT!
 
Setelah menunggu cukup lama dan mendapati ruangan kerja kosong, Edwar berusaha menghubungi Dadang Hengki lewat telepon untuk memastikan keberadaannya. Jawaban yang keluar dari mulut pejabat itu sangat santai, tidak punya rasa malu, dan membuat darah mendidih:
 
"Iya Pak, saya sudah keluar ke arah Dishub."
 
Jawaban singkat itu cukup menjelaskan segalanya. DIBOHONGI! DISEPELEKAN! DIDAYAKAN! Janji bertemu di kantor ternyata hanya gombal belaka. Dadang Hengki sengaja pergi diam-diam saat pelapor sedang dalam perjalanan atau baru sampai. Ini jelas AKSI "NGEPRANK" TERANG-TERANGAN oleh pejabat negara terhadap warga yang ingin menegakkan hukum.
 
 MAKNA BERAT DI BALIK KELAKUAN DADANG HENGKI
 Peristiwa ini bukan sekadar pejabat sibuk atau ada urusan mendadak. Ada MAKNNA BERAT & DUGAAN KERAS yang tersirat:
 
1. TERINDIKASI DILINDUNGI PIHAK TERTENTU
Kasus Tower Ilegal Kelapa Nunggal sudah diketahui publik, diduga melibatkan permainan oknum di desa dan kecamatan. Sikap Dadang Hengki yang kabur dan ingkar janji KUAT DIDUGA SUDAH "DIURUS" ATAU MENDAPAT PERINTAH DARI ATAS untuk mengubur kasus ini. Dia takut kasus itu diungkap, makanya pelapor dihindari.

2. MENJADI PENGHALANG KEBENARAN
Satpol PP tugasnya menertibkan bangunan liar. Kalau Sekretarisnya sendiri lari saat ada laporan, SIAPA LAGI YANG DIHARAPKAN? Kelakuannya sama saja membantu pengembang liar agar aman beroperasi.
3. MERENDAHKAN HARGA DIRI PEJABAT NEGARA
Berjanji bertemu lalu kabur diam-diam itu perbuatan TIDAK BERNURANI, PENAKUT, DAN TIDAK BERINTEGRITAS. Layaknya orang yang punya sesuatu yang ditutupi. Pejabat seharusnya menjadi tempat berlindung warga, bukan malah mempermainkan warga.
4. SINYAL KERAS: HUKUM TAK BERLAKU DI BOGOR
Pesan yang dikirim Dadang Hengki ke publik sangat jelas: "Kalau mau lapor bangunan ilegal, jangan ke sini, kami tidak mau tahu."
 
 SUARA RAKYAT: KAMI MAU DITERIMA, BUKAN DIPERMAINKAN
 
Kejadian ini menambah panjang daftar keluhan masyarakat Kabupaten Bogor terhadap birokrasi yang amburadul. Warga dan elemen pengawas bersatu suara menyampaikan harapan besar sekaligus teguran keras kepada seluruh jajaran pejabat di lingkungan Pemkab Bogor, khususnya Satpol PP:
 
"Kami berharap keras kepada seluruh pejabat di Kabupaten Bogor, termasuk di Satpol PP: Terimalah kami saat kami datang melapor! Kami datang bukan untuk minta jabatan, tapi minta ditegakkan hukum. Jangan permainkan kami seperti yang dilakukan Pak Dadang Hengki. Jangan berjanji kalau niatnya ingkar. Kami butuh penindakan, bukan janji palsu dan aksi ngeprank. Kasus menara ilegal ini bahayakan anak-anak, masa pejabatnya malah kabur?" tegas Edwar yang merasa sangat kecewa dan dihina.
 
Publik pun bertanya: Kalau PLT Sekdis saja sudah berani main-main dengan laporan warga, bagaimana dengan bawahannya? Apakah Satpol PP memang sengaja dibuat mati suri demi melindungi pelanggar hukum?

TUNTUTAN TEGAS: DADANG HENGKI WAJIB JELASKAN DIRI!
 
Sikap Dadang Hengki ini sudah melampaui batas kewajaran dan etika jabatan. Masyarakat menuntut:
 
✅ 1. MINTA MAAF TERBUKA
Dadang Hengki wajib minta maaf atas kelakuan memalukan, ingkar janji, dan sengaja menghindar. Itu bukan sikap pelayan publik.
 
✅ 2. JELASKAN ALASAN KABUR
Kenapa berjanji bertemu tapi diam-diam pergi ke Dishub? Ada kepentingan apa? Apakah ada larangan atasan menangani kasus menara ilegal? Publik berhak tahu alasannya.
 
✅ 3. SEGERA TINDAK LANJUTI KASUS
Lupakan urusan pribadi, segera jadwalkan ulang pertemuan, turunkan tim sidak ke Kelapa Nunggal, dan buktikan bahwa dia bukan bagian dari oknum pelindung bangunan liar.
 
✅ 4. EVALUASI KINERJA
Kalau gaya kerjanya seperti ini, SANGAT TIDAK LAYAK memangku jabatan Sekretaris Satpol PP. Bagaimana mau mengatur staf kalau pemimpinnya sendiri suka bohong dan kabur?
 
Kini mata publik tertuju: Apakah Dadang Hengki berani berterus terang dan bekerja nyata, atau terus bersembunyi dan dicap sebagai pejabat penakut yang hanya berani janji manis?
 
Red-Ed
×
Berita Terbaru Update