-->

Notification

×

PEMUDA DAERAH, MOTOR PENGGERAK PETANI MODERN DAN KETAHANAN PANGAN NASIONAL

Oktober 15, 2026 | Oktober 15, 2026 WIB Last Updated 2026-10-15T13:48:36Z
BGOGOR kabupaten,-Neodetik.com || Farizan, Ketua DPD KNPI Kabupaten Bogor, bertemu dengan Prof. Dr. Ir. Alim Setiawan Slamet, S.Si., M.Si., Rektor IPB University sekaligus Wakil Menteri Pertanian Republik Indonesia.
Pertemuan ini menjadi momentum untuk memperkuat gagasan tentang pentingnya peran pemuda dalam membangun sumber daya manusia yang unggul, berdaya saing, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah dan bangsa.

Bagi Farizan, perjuangan pemuda tidak boleh berhenti pada aktivitas organisasi dan wacana semata. Pemuda harus mampu mengambil peran strategis dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan, termasuk mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan.

Sebagai Ketua DPD KNPI Kabupaten Bogor, Farizan memandang bahwa pembangunan bangsa harus dimulai dari daerah. Setiap wilayah membutuhkan generasi muda yang memiliki karakter kuat, mental tangguh, wawasan luas, serta keberanian untuk menciptakan perubahan. Pemuda harus dipersiapkan menjadi sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga mampu menggerakkan potensi ekonomi dan sumber daya alam di wilayahnya masing-masing.

"Saya berharap pemuda memiliki mentalitas pejuang, bukan hanya menjadi penonton dalam pembangunan. Pemuda harus mampu menjadi motor penggerak, menciptakan inovasi, dan melahirkan generasi yang hebat bagi daerahnya masing-masing. Salah satu sektor strategis yang harus mulai kita perjuangkan bersama adalah ketahanan pangan nasional." — Farizan.

Menurut Farizan, sektor pertanian harus menjadi ruang perjuangan baru bagi generasi muda. Paradigma bahwa pertanian merupakan pekerjaan yang identik dengan generasi tua harus mulai diubah melalui pendidikan, teknologi, inovasi, dan pendekatan pertanian modern yang lebih produktif.

Petani modern harus lahir dari keberanian pemuda untuk turun langsung ke lapangan, mempelajari teknologi pertanian, mengembangkan kewirausahaan, membangun ekosistem agribisnis, serta memanfaatkan potensi lahan dan sumber daya lokal secara optimal.

Pemuda tidak cukup hanya memahami pentingnya ketahanan pangan, tetapi harus terlibat langsung dalam proses mewujudkannya. Mulai dari pengembangan pertanian berbasis teknologi, penguatan kelembagaan petani, regenerasi petani, hingga menciptakan peluang ekonomi yang membuat sektor pertanian semakin menarik bagi generasi muda.

Farizan juga berharap adanya ruang kolaborasi yang semakin luas antara organisasi kepemudaan, perguruan tinggi, pemerintah, dan para pelaku sektor pertanian. Sinergi tersebut diharapkan mampu membuka jalan bagi lahirnya program-program konkret yang dapat diterapkan di daerah, sehingga pemuda tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi juga menjadi subjek yang aktif menciptakan solusi.

"Ketahanan pangan Indonesia harus menjadi perjuangan bersama. Kita membutuhkan pemuda yang berani mengambil tanggung jawab, berani berinovasi, dan mau bekerja langsung di lapangan. Petani modern harus mulai tumbuh dari tangan-tangan pemuda yang memiliki ilmu, semangat, dan kemauan untuk membangun negeri."

Bagi Farizan, masa depan ketahanan pangan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh luasnya lahan pertanian atau kecanggihan teknologi, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia yang mengelolanya.

Karena itu, membangun mentalitas pemuda yang produktif, mandiri, dan berorientasi pada kemajuan merupakan bagian penting dari perjuangan jangka panjang untuk memperkuat kemandirian pangan Indonesia.

Pemuda harus berani mengambil peran. Daerah harus menjadi titik awal perubahan. Pertanian modern harus menjadi peluang masa depan. Dan ketahanan pangan harus menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa.

Dari daerah untuk Indonesia, pemuda harus hadir sebagai generasi yang tidak hanya mewarisi masa depan, tetapi juga bekerja keras untuk menciptakannya.

Red- tim 
×
Berita Terbaru Update