Fenomena Gemuruh Misterius di Bukapiting Bikin Warga Cemas, Respons BMKG Masih investigasi

Redaksi
Juni 28, 2025, Juni 28, 2025 WIB Last Updated 2025-06-28T15:15:42Z
Alor, neodetik.com || Warga di wilayah Bukapiting, Kecamatan Alor Timur Laut (ATL), Kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur, dilaporkan mengalami fenomena alam yang tidak biasa selama dua minggu terakhir, terhitung sejak pertengahan Juni 2025.

Setiap hari, warga mendengar suara gemuruh yang menyerupai dentuman guntur atau sentakan gempa. Suara tersebut menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat karena terjadi secara terus-menerus tanpa penjelasan resmi dari pihak berwenang.


Pantauan tim suara flores, peristiwa ini membuat masyarakat cemas dan bertanya-tanya tentang fenomena alam yang terjadi. Hingga saat ini, belum ada pihak pemerintah atau instansi berwenang yang datang mengecek ataupun memberikan informasi terkait peristiwa yang dinilai misterius ini.

Warga masyarakat di Kotami, Kecamatan Amabi Oefeto Timur (ATL), Yoas Famai, kepada Media Kupang pada Sabtu (28/06/2025) pagi mengatakan bahwa warga di wilayahnya sudah dua minggu terakhir merasa cemas setiap hari karena terdengar bunyi gemuruh yang aneh.

"Bunyi gemuruh ini," ungkap Yoas, "menyerupai suara guntur dan getaran seperti gempa. Peristiwa alam ini terjadi siang hari, tetapi intensitas bunyinya lebih sering terdengar pada malam hari."

Peristiwa ini, lanjut Yoas, membuat masyarakat semakin cemas dan dipenuhi rasa penasaran. Ia menambahkan, meskipun fenomena ini sudah berlangsung selama dua minggu, belum ada penjelasan atau informasi resmi dari pihak pemerintah maupun instansi terkait.

"Memang tidak ada goyang, tetapi bunyi ini buat dada kita terpukul. Apalagi anak-anak bayi dan anak-anak kecil," tandas Yoas.

Hal senada disampaikan oleh warga Sidongkomang, Yonas. Ia mengatakan bahwa bunyi gemuruh ini terjadi setiap hari, baik pada siang maupun malam hari.

"Kalau siang hari," ujar Yonas, "intensitasnya hanya beberapa kali terjadi. Namun kalau malam hari, bunyi gemuruh ini muncul dalam interval waktu setiap jam."

Gemuruh tersebut, jelas Yonas, terdengar seperti suara guntur atau sentakan gempa. "Dan pada malam hari, bunyi gemuruh itu cukup mengerikan, karena terdengar sangat besar," tambahnya.

Menurut Yonas, durasi terjadinya bunyi gemuruh ini berlangsung sekitar satu menit. Ia menjelaskan bahwa jika terjadi pada malam hari, gemuruh tersebut muncul dalam interval waktu setiap tiga hingga empat jam.

"Ini kita bingung sebenarnya, dia bukan guntur, gempa juga tidak. Tetapi kalau gemuruh yang besar sekali, terkadang kaca nako jendela bergoyang," tandas Yonas.

Yonas menambahkan, hingga saat ini masyarakat masih merasa cemas dan bingung terhadap peristiwa alam tersebut karena belum ada pihak berwenang yang datang untuk memberikan informasi.

"Masyarakat sudah tulis-tulis di media sosial, tetapi belum ada informasi atau respons," ungkap Yonas.

Yonas berharap agar pihak berwenang, khususnya BMKG, dapat segera turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan terhadap peristiwa ini, guna mengurangi rasa cemas dan kepanikan warga.

Terkait hal ini, petugas BMKG Alor yang dikonfirmasi Media Kupang menjelaskan bahwa mereka akan melakukan pengecekan atas laporan tersebut, karena berdasarkan pantauan mereka, peristiwa yang dimaksud tidak tercatat di seismograf.

"Terima kasih kepada wartawan yang sudah memberikan informasi. Kami akan mengeceknya," tandas pihak BMKG.*

Reporter: Djohanes bentah
Komentar

Tampilkan

  • Fenomena Gemuruh Misterius di Bukapiting Bikin Warga Cemas, Respons BMKG Masih investigasi
  • 0

Terkini

Pimpinan