Marthinus Hukom Difitnah, Paman Nurlette Menilai Upaya Kambing Hitamkan Jenderal Prestasi"*

Redaksi
September 01, 2025, September 01, 2025 WIB Last Updated 2025-09-01T07:51:30Z
Jakarta,Sekarang berkembang narasi fitnah di ruang publik terkait tuduhan terhadap Komisaris Jenderal Polisi (Komjen Pol) Marthinus Hukom sebagai dalang dibalik aksi demonstrasi di seluruh wilayah Indonesia, hal ini dinilai sebagai upaya mencari kambing hitam dan pengalihan isu. 

Pasalnya, demonstrasi yang digelar oleh para mahasiswa, buruh hingga ojol di semua daerah pada tanggal 25 sampai 29 Agustus merupakan murni penyampaian aspirasi masyarakat untuk memperjuangkan keadilan sekaligus bentuk protes rakyat atas sikap, ucapan dan perilaku buruk Wakil rakyatnya. 

Menurut Paman Nurlette, Direktur Eksekutif Masyarakat Pemantau Kebijakan Publik Indonesia menduga ada peran politisi hitam, dan aktor intelektual dibalik hembusan narasi fitnah kepada mantan kepala Badan Narkotika Nasional Marthinus Hukom, karena upaya kambing hitamkan Jenderal Prestasi terkait demonstrasi mahasiswa saat ini. 

"Saya menduga ada peran politisi hitam dan aktor jahat dibalik akun-akun anonim, yang fitnah pak Marthinus sebagai dalang dibalik demonstrasi mahasiswa, disesalkan beliau punya prestasi saat menjabat kepala BNN, tapi malah cepat diganti dan dikambing hitamkan", demikian pernyataan tertulis Paman Nurlette kepada media ini, Minggu, (31/08/2025). 

Menurutnya, demonstrasi membludak di seluruh wilayah Indonesia karena kemarahan rakyat sebagai respon atas pernyataan beberapa anggota DPR RI, yang menghina dan menyakiti hati rakyat. Oleh sebab itu, tuduhan terhadap Marthinus Hukom kabur ke luar negeri untuk mengatur skenario besar terkait aksi mahasiswa, dan desakan Kapolri mundur adalah fitnah keji dan tidak mendasar. 

"Demonstrasi itu digelar, karena rakyat merasa dihina dan ditantang oleh Wakil rakyatnya sendiri, jadi mengaitkan pak Marthinus dengan aksi mahasiswa dan desakan Kapolri mundur, patut diduga ini permainan aktor intelektual dan para mafia narkoba, yang menjadi musuh beliau saat pimpin BNN", kata Nurlette.

Lebih lanjut Paman Nurlette menyatakan di Indonesia selama ini, kerap kali mempraktekan budaya buruk dan dianggap sesuatu yang lazim, yaitu orang-orang baik yang memiliki integritas, moralitas dan kredibilitas serta tujuan mulia menyelamatkan Negara dari Kejahatan, tapi cepat di geser dari jabatan strategis atas nama reformasi birokrasi ditengah figur tersebut mempunyai prestasi. 

"Kita tau di Indonesia banyak fakta tentang figur hebat yang memiliki integritas dan tujuan mulia, tapi mereka cepat diganti dari posisinya saat berprestasi dengan alasan pergantian kepemimpinan", ungkap Nurlette.

Ia menambahkan Marthinus Hukom saat menjadi Kepala BNN RI memiliki prestasi dan menunjukan komitmen kolektif untuk melawan kejahatan Narkotika. Tercatat selama menjabat kurang lebih hampir satu tahun, delapan bulan berhasil meringkus penyelundupan Narkotika jaringan internasional Thailand-Malaysia-Indonesia melalui perairan beberapa wilayah di Indonesia.

Kemampuan membangun kepemimpinan kolaboratif dan kerja sama yang baik antar lembaga, baik secara vertikal maupun horizontal Marthinus Hukom dan tim mampu melakukan pencegahan, pemberantasan, dan rehabilitasi Narkoba. 

"Negara perlu apresiasi pak Marthinus Hukom, karena selama pimpin BNN beliau menunjukan komitmen dan keberanian melawan Narkotika jaringan internasional dan mafia narkoba", pungkas Nurlette.

Atas bekerja sama lintas lembaga Negara, BNN RI dibawah kepemimpinan Komisaris Jenderal Polisi Marthinus Hukom berhasil menggagalkan upaya penyelundupan Narkotika jenis sabu, yang merupakan dalam jumlah barang bukti sabu terbesar sepanjang sejarah Indonesia, yaitu seberat 2 (dua) ton.

Karena dinilai memiliki prestasi dan komitmen melawan kejahatan Narkotika jaringan internasional, maka Marthinus Hukom memperoleh atau meraih penghargaan "Superior Honor" dari lembaga penegak hukum Amerika Serikat, yang bertugas memberantas kejahatan Narkotika, Drug Enforcement Administrations (DEA).

"Pemerintah harusnya bangga BNN di pimpin oleh pak Marthinus Hukom, seorang Jenderal Prestasi dan terbukti gagalkan upaya penyelundupan Narkotika jenis sabu capai 2 ton, dan meraih penghargaan "Superior Honor" tapi beliau cepat disingkir", tutupnya.
Komentar

Tampilkan

  • Marthinus Hukom Difitnah, Paman Nurlette Menilai Upaya Kambing Hitamkan Jenderal Prestasi"*
  • 0

Terkini

Pimpinan