Bupati Bogor Rudy Susmanto Resmi Buka Pameran 75 Artefak Nabi Muhammad SAW dan Sahabat di Pakansari Sambut Ramadhan 1447 H
|| Bupati Bogor, Rudy Susmanto, secara resmi membuka pameran artefak Nabi Muhammad SAW dan para sahabat di kawasan Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, (20/2/2026).
Kegiatan yang digelar dalam rangka menyambut dan mengisi bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah ini disambut antusias masyarakat sejak hari pertama pembukaan.
Pemerintah Kabupaten Bogor menghadirkan pameran tersebut di area Laga Satria, yang berada di dekat Masjid Raya Nurul Wathon, kawasan Pakansari, Cibinong.
Lokasi yang strategis dan mudah dijangkau itu dipilih untuk memudahkan masyarakat dari dalam maupun luar Kabupaten Bogor menghadiri kegiatan religius tersebut.
Dalam sambutannya saat pembukaan, Rudy Susmanto menyampaikan bahwa pameran ini menjadi momentum penting bagi umat Muslim untuk lebih mengenal sejarah Islam sekaligus memperkuat nilai-nilai spiritual selama bulan Ramadhan.
“Di momentum bulan suci Ramadhan ini menjadi sebuah momentum yang sangat berharga dan berarti bagi umat Muslim. Kami persilakan masyarakat hadir untuk melihat, mengenal budaya dan sejarah, serta berdoa,” ujar Rudy.
Ia menegaskan bahwa kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang pameran benda bersejarah, tetapi juga sarana edukasi dan refleksi keagamaan. Menurutnya, mengenal perjalanan dakwah Rasulullah SAW dan perjuangan para sahabat dapat menumbuhkan kecintaan umat kepada Nabi serta memperdalam pemahaman nilai-nilai Islam.
Pameran ini berlangsung selama satu bulan penuh hingga menjelang Hari Raya Idul Fitri. Masyarakat dapat mengunjungi lokasi setiap hari mulai pukul 09.00 WIB hingga 21.00 WIB. Panitia memastikan bahwa pameran terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya alias gratis, sehingga seluruh lapisan masyarakat dapat mengaksesnya.
Sebanyak kurang lebih 75 artefak ditampilkan dalam pameran tersebut. Artefak-artefak tersebut diklaim sebagai peninggalan Rasulullah SAW dan para kerabatnya. Koleksi yang dipamerkan antara lain surban, rambut, janggut, sandal, tongkat, hingga wadah minum Rasulullah SAW.
Selain itu, pengunjung juga dapat menyaksikan berbagai benda bersejarah lainnya seperti kiswah Ka’bah, batu pondasi Ka’bah, pedang tokoh-tokoh Islam, hingga replika perlengkapan perang yang menggambarkan perjuangan umat Islam di masa awal perkembangan Islam.
Beberapa artefak yang menjadi perhatian utama pengunjung antara lain rambut Rasulullah SAW, janggut Rasulullah SAW, darah bekam, cap surat, tapak kaki, siwak, jubah, serta kiswah makam Rasulullah SAW. Banyak pengunjung terlihat khusyuk berdoa dan bershalawat ketika berada di area utama pameran.
Tak hanya itu, panitia juga menampilkan koleksi pedang bersejarah yang dikaitkan dengan sejumlah tokoh penting dalam sejarah Islam, seperti pedang Sayyidina Husain, pedang Khalid bin Walid, hingga pedang Muhammad Al Fatih, lengkap dengan replika perlengkapan perang pada masanya.
Panitia penyelenggara menyampaikan bahwa seluruh artefak yang dipamerkan telah melalui proses kurasi dan pengamanan ketat. Setiap benda ditempatkan dalam kotak kaca khusus dengan sistem pengawasan berlapis guna menjaga keaslian dan keamanannya.
Pengunjung juga diarahkan untuk tertib serta tidak menyentuh langsung artefak yang dipamerkan.
Sejumlah warga yang hadir mengaku terharu dapat melihat langsung artefak yang selama ini hanya mereka ketahui melalui buku atau ceramah. Mereka menilai kegiatan ini menjadi pengalaman spiritual yang mendalam, terutama di bulan Ramadhan yang penuh berkah.
Dengan adanya pameran ini, Pemerintah Kabupaten Bogor berharap dapat memperkuat identitas religius daerah sekaligus mendorong peningkatan kunjungan masyarakat ke kawasan Pakansari selama Ramadhan. Kegiatan ini juga diharapkan menjadi agenda tahunan yang dapat terus menghadirkan edukasi sejarah Islam secara lebih luas dan mendalam bagi generasi muda.
Pameran artefak Nabi Muhammad SAW dan para sahabat di Cibinong ini pun menjadi salah satu rangkaian kegiatan keagamaan terbesar yang digelar di Kabupaten Bogor pada Ramadhan 1447 Hijriah, mempertegas komitmen pemerintah daerah dalam mendukung syiar Islam serta memperkaya wawasan sejarah umat.
Red-Ervinna