Notification

×

Iklan

Iklan

POLRES BOGOR DIDUGA LAMBAN TANGANI KASUS PELECEHAN ANAK DI BAWAH UMUR, PELAKU MASIH BEBAS SEJAK OKTOBER 2025

Maret 18, 2026 | Maret 18, 2026 WIB Last Updated 2026-03-18T07:45:10Z
POLRES BOGOR DIDUGA LAMBAN TANGANI KASUS PELECEHAN ANAK DI BAWAH UMUR, PELAKU MASIH BEBAS SEJAK OKTOBER 2025
Bogor — NEODETIK.COM || Penanganan kasus dugaan pelecehan terhadap anak dengan inisial ASF di wilayah Kelurahan Pabuaran, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, menuai sorotan tajam. Pasalnya, sejak laporan dibuat pada 2 Oktober 2025, dengan nomor laporan No. Pol : STTLP/ B / 2013 / X / 2025 / SPKT /RES BGR / POLDA JABAR, hingga kini terduga pelaku belum juga diamankan oleh pihak kepolisian.
Kondisi ini memicu kekecewaan mendalam dari keluarga korban serta masyarakat sekitar yang menilai adanya lambannya respons aparat penegak hukum dalam menangani perkara serius yang menyangkut masa depan dan trauma psikologis anak.

Menurut informasi yang dihimpun, laporan telah disampaikan secara resmi kepada pihak berwajib dengan sejumlah bukti awal dan keterangan saksi. Namun, berjalannya waktu hingga berbulan-bulan tanpa kejelasan penindakan terhadap terduga pelaku menimbulkan tanda tanya besar. Publik mempertanyakan komitmen dan keseriusan aparat dalam memberikan perlindungan kepada korban, khususnya anak di bawah umur.

“Ini bukan kasus biasa. Ini menyangkut masa depan anak. Kalau dibiarkan berlarut-larut, kepercayaan masyarakat terhadap hukum bisa runtuh,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Lebih jauh, situasi ini juga menimbulkan keresahan di lingkungan masyarakat. Warga khawatir pelaku masih bebas berkeliaran dan berpotensi mengulangi perbuatannya. Ketidakpastian hukum justru menciptakan rasa tidak aman di tengah masyarakat.

Pengamat sosial Abdullah,SH menilai, jika benar terjadi keterlambatan dalam penanganan, hal tersebut merupakan bentuk kelalaian serius yang tidak bisa ditoleransi. Kasus kekerasan dan pelecehan terhadap anak seharusnya menjadi prioritas utama penegakan hukum, dengan proses cepat, transparan, dan berpihak kepada korban.

Desakan pun mulai menguat agar aparat kepolisian segera bertindak tegas, menangkap pelaku, serta memberikan penjelasan terbuka kepada publik terkait perkembangan kasus ini. Transparansi dianggap penting untuk menghindari spekulasi liar sekaligus memulihkan kepercayaan masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi yang menjelaskan alasan belum diamankannya terduga pelaku. 

Publik kini menunggu langkah konkret dari pihak kepolisian, bukan sekadar janji atau prosedur yang berlarut-larut.
Kasus ini menjadi ujian nyata bagi aparat penegak hukum: berpihak pada korban dan keadilan, atau justru membiarkan ketidakpastian terus berlarut tanpa kepastian hukum.tutupnya.

Red-,wr
×
Berita Terbaru Update