CITEUREUP, BOGOR — Semangat menjaga lingkungan diwujudkan melalui kegiatan “Aksi Bersih Warga, Merdeka dari Sampah” yang berlangsung hari ini, Minggu, 20 September 2026, di Kampung Nyangkoko RW 05, Desa Gunungsari, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor.
Kegiatan yang mengusung semangat World Cleanup Day 2026 ini diikuti warga dan masyarakat setempat. Kehadiran ibu-ibu PKK Desa Gunungsari turut menambah semangat gotong royong dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Kegiatan tersebut juga dihadiri Bhabinkamtibmas Desa Gunungsari, yang turut mendukung aksi bersama masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.
Aksi bersih ini diselenggarakan oleh Sekolah Sampah dan KRL Bidara, dengan mengajak berbagai unsur masyarakat untuk turun langsung membersihkan lingkungan sekaligus membangun kesadaran mengenai pentingnya pengelolaan sampah.
Bukan Sekadar Memungut Sampah
Kegiatan bersih lingkungan bukan hanya tentang mengumpulkan sampah yang berserakan. Lebih jauh, kegiatan ini menjadi sarana untuk mengajak masyarakat memahami pentingnya mengurangi, memilah, dan mengelola sampah sejak dari sumbernya.
Sampah rumah tangga yang tidak dikelola dengan baik berpotensi berakhir di lingkungan, saluran air, maupun tempat pembuangan akhir. Karena itu, perubahan kebiasaan masyarakat menjadi bagian penting dalam upaya mengurangi persoalan sampah.
Keterlibatan ibu-ibu PKK Desa Gunungsari juga menjadi bagian penting dalam gerakan tersebut. Pengelolaan sampah dari rumah dapat dimulai dari hal sederhana, seperti memilah sampah organik dan anorganik serta mengurangi penggunaan barang sekali pakai.
Gotong Royong Menjadi Kekuatan
Aksi hari ini memperlihatkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat dilakukan secara bersama-sama.
Warga, ibu-ibu PKK, unsur keamanan melalui Bhabinkamtibmas, serta penggerak lingkungan bergabung dalam satu kegiatan. Semangat gotong royong menjadi modal penting untuk membangun lingkungan yang lebih bersih.
Pesan “Merdeka dari Sampah” pun bukan sekadar slogan. Maknanya adalah mengajak masyarakat membangun kebiasaan baru dalam memperlakukan sampah.
Mulai dari tidak membuang sampah sembarangan, mengurangi sampah, memilah dari rumah, hingga mengolah sampah yang masih memiliki nilai guna.
Dari Gunungsari untuk Perubahan
Kampung Nyangkokot RW 05 menjadi salah satu ruang bagi masyarakat untuk menunjukkan bahwa perubahan lingkungan dapat dimulai dari tingkat kampung.
Kolaborasi Sekolah Sampah, KRL Bidara, warga, ibu-ibu PKK Desa Gunungsari, dan Bhabinkamtibmas Desa Gunungsari menunjukkan bahwa persoalan sampah merupakan tanggung jawab bersama.
Membersihkan lingkungan mungkin dapat dilakukan dalam hitungan jam. Namun, menjaga lingkungan tetap bersih membutuhkan kebiasaan yang dilakukan setiap hari.
Karena itu, semangat World Cleanup Day di Gunungsari diharapkan tidak berhenti pada kegiatan hari ini. Semangat tersebut dapat dilanjutkan melalui kebiasaan sederhana di rumah dan lingkungan masing-masing. (Abu Rifki)


