Notification

×

Iklan

Iklan

SOMASI JADI SENJATA PERAMPASAN? D’Kendors Cafe DISERANG, HAK MILIK DIDUGA HENDAK DIREBUT SECARA TERSTRUKTUR

Februari 17, 2026 | Februari 17, 2026 WIB Last Updated 2026-02-16T17:35:03Z
SOMASI JADI SENJATA PERAMPASAN? D’Kendors Cafe DISERANG, HAK MILIK DIDUGA HENDAK DIREBUT SECARA TERSTRUKTUR
Hambalang, BOGOR, NDetik.com : Badai tekanan hukum menerpa D'Kendors Cafe. Somasi yang seharusnya menjadi langkah etik dalam penyelesaian sengketa justru diduga dipelintir menjadi alat penaklukan—bukan mencari keadilan, melainkan membuka jalan untuk merebut hak milik secara terselubung.
Informasi yang beredar menyebutkan, somasi dilayangkan dengan tuntutan keras dan bernada mengancam, disertai tekanan yang dinilai tidak wajar terhadap keberlangsungan usaha. 

Alih-alih mengedepankan dialog, langkah tersebut dianggap sebagai strategi menggoyang legalitas dan psikologis pemilik agar menyerah pada kepentingan pihak tertentu.
Pengamat hukum menilai, praktik seperti ini berbahaya. Somasi yang digunakan sebagai alat intimidasi untuk memaksa pengosongan, penguasaan aset, atau pengalihan hak dapat dikategorikan sebagai perbuatan melawan hukum. Bahkan, bila disertai tekanan sistematis, tidak menutup kemungkinan masuk ranah pidana.

“Kalau somasi dijadikan alat menekan, itu bukan lagi prosedur hukum—itu operasi pengambilalihan berkedok legalitas,” ujar seorang praktisi hukum yang menyoroti kasus tersebut.
Di lapangan, dampaknya mulai terasa. Aktivitas usaha terganggu, reputasi dipertaruhkan, dan ketidakpastian hukum membayangi. Situasi ini memunculkan pertanyaan besar: apakah hukum sedang dijalankan untuk melindungi hak, atau justru dipakai sebagai alat untuk merampasnya secara halus namun terencana?

Publik kini menunggu sikap tegas aparat penegak hukum. Jika dugaan ini benar, maka kasus D’Kendors Cafe bukan sekadar sengketa biasa—melainkan preseden berbahaya tentang bagaimana instrumen hukum bisa disalahgunakan untuk menekan pelaku usaha kecil.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pengirim somasi belum memberikan keterangan resmi. Sementara pemilik D’Kendors Cafe menegaskan siap melawan secara hukum dan membuka seluruh bukti kepemilikan untuk membongkar apa yang mereka sebut sebagai “upaya perampasan yang dibungkus formalitas.”

Kasus ini menjadi alarm keras: ketika somasi berubah menjadi alat serangan, maka yang terancam bukan hanya satu cafe—tetapi rasa aman setiap pemilik usaha terhadap hak miliknya sendiri.

Firly
×
Berita Terbaru Update