Notification

×

Iklan

Iklan

Presiden Prabowo Beri Kesempatan Kuliah Bagi Siswi Nias Yang Viral Karena Perjuangan Menyeberangi Sungai ke Sekolah

Maret 10, 2026 | Maret 10, 2026 WIB Last Updated 2026-03-09T17:02:36Z
Presiden Prabowo Beri Kesempatan Kuliah Bagi Siswi Nias Yang Viral Karena Perjuangan Menyeberangi Sungai ke Sekolah
Jakarta, neodetik.com
|| Prabowo Subianto memberikan kesempatan kuliah kepada seorang siswi asal Nias, Sumatera Utara, setelah siswi tersebut berani menyampaikan kondisi sulit akses menuju sekolah melalui media sosial. Dalam kesempatan itu, Presiden juga berpesan agar para siswa tetap fokus belajar dan tidak terburu-buru menjalin hubungan asmara selama masih menempuh pendidikan.
Siswi bernama Yamisa Zebua sebelumnya menjadi perbincangan luas di media sosial setelah mengunggah video yang memperlihatkan perjuangan para pelajar menyeberangi sungai berarus deras demi mencapai sekolah mereka. Video tersebut memperlihatkan sejumlah siswa yang harus berjalan kaki melintasi aliran sungai tanpa jembatan, bahkan harus membuka sepatu agar dapat menyeberang dengan lebih mudah.

Unggahan tersebut dengan cepat menarik perhatian publik dan pemerintah pusat. Kondisi yang digambarkan dalam video dinilai berisiko tinggi bagi keselamatan para pelajar, terutama saat musim hujan ketika arus sungai semakin deras.

Menanggapi situasi tersebut, pemerintah kemudian bergerak cepat dengan membangun jembatan sementara jenis Bailey di Desa Sifalago, wilayah Nias, guna mempermudah akses para siswa menuju sekolah.

Pembangunan jembatan Bailey tersebut menjadi solusi cepat agar para pelajar tidak lagi harus menantang arus sungai setiap hari. Jembatan tersebut kini memungkinkan siswa melintasi sungai dengan lebih aman dan nyaman, sekaligus memperlancar mobilitas masyarakat setempat yang sebelumnya mengalami kesulitan akses.

Dalam sebuah dialog melalui video conference, Yamisa menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah atas perhatian dan bantuan yang diberikan kepada daerahnya. Ia mengatakan bahwa keberadaan jembatan tersebut sangat membantu para pelajar yang setiap hari harus berangkat dan pulang sekolah melewati sungai.
“Sekarang kami sudah tidak perlu lagi membuka sepatu atau menghadapi arus sungai saat berangkat ke sekolah. Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas bantuan ini,” ujar Yamisa dalam dialog tersebut.

Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo juga berbincang langsung dengan Yamisa dan menanyakan usianya serta rencana masa depan setelah lulus sekolah. Yamisa yang saat ini berusia 17 tahun dan duduk di kelas XII SMA mengaku memiliki keinginan kuat untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Ia bahkan mengungkapkan cita-citanya untuk menjadi seorang dokter agar dapat membantu masyarakat di daerahnya yang masih memiliki keterbatasan akses layanan kesehatan.

Namun, Yamisa juga menyampaikan bahwa kondisi ekonomi keluarganya menjadi kendala utama untuk mewujudkan impian tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Presiden Prabowo menyatakan kesiapannya untuk memberikan kesempatan kepada Yamisa agar dapat mengikuti tes seleksi guna melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Ia menegaskan bahwa pemerintah ingin memberikan peluang kepada anak-anak berprestasi dari daerah terpencil agar dapat memperoleh pendidikan yang lebih tinggi.

Tidak hanya bagi Yamisa, Prabowo juga membuka kemungkinan bantuan yang sama bagi tiga orang teman Yamisa yang memiliki keinginan serupa untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Ia meminta agar mereka dipersiapkan mengikuti proses seleksi sehingga dapat memperoleh kesempatan pendidikan yang layak.
“Kalau memang ingin kuliah dan punya semangat belajar, nanti kita beri kesempatan untuk ikut tes. Kalau lulus, kita bantu,” ujar Prabowo dalam percakapan tersebut.

Selain memberikan dukungan pendidikan, Presiden juga menyampaikan pesan khusus kepada para siswa agar tetap memprioritaskan pendidikan dan masa depan mereka. 

Ia menekankan bahwa masa sekolah adalah waktu yang sangat penting untuk belajar dan membangun kemampuan diri.
“Belajar yang benar ya, nilainya harus bagus, jangan pacaran dulu ya,” pesan Prabowo kepada para siswa yang mengikuti dialog tersebut.

Prabowo juga memberikan apresiasi terhadap keberanian Yamisa yang menyampaikan kondisi nyata di daerahnya melalui media sosial. Menurutnya, tindakan tersebut menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan serta keberanian untuk menyuarakan kebutuhan masyarakat.

Ia menilai langkah Yamisa melaporkan kondisi tersebut melalui platform digital seperti TikTok merupakan contoh positif bagaimana generasi muda dapat memanfaatkan teknologi untuk membawa perubahan.
“Ini contoh kepemimpinan. Dia melihat masalah, lalu berani menyampaikan sehingga pemerintah bisa segera bertindak,” kata Prabowo.

Kisah Yamisa menjadi perhatian publik karena menggambarkan realitas yang masih dihadapi sebagian pelajar di daerah terpencil di Indonesia. Akses pendidikan yang aman dan layak masih menjadi tantangan di sejumlah wilayah, terutama yang memiliki kondisi geografis sulit.

Namun demikian, respons cepat pemerintah terhadap laporan tersebut juga menunjukkan pentingnya kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah dalam mengatasi persoalan pembangunan.

Dengan adanya jembatan yang kini berdiri di Desa Sifalago, para siswa di wilayah tersebut dapat bersekolah dengan lebih aman dan nyaman.
Harapan pun muncul bahwa kesempatan pendidikan yang diberikan kepada Yamisa dan teman-temannya dapat menjadi inspirasi bagi pelajar lain di berbagai daerah untuk terus berjuang meraih cita-cita meskipun menghadapi keterbatasan.

Red-Ervinna
×
Berita Terbaru Update