BOGOR ,kelapanunggal– neodetik.com ||
Keberadaan gudang pengolahan dan pengemasan air minum yang diduga beroperasi secara ilegal di wilayah Kelapa Nunggal, Kabupaten Bogor, menjadi sorotan tajam. Lokasi yang tercatat atas nama PT Sumber Sukses Sentosa ini diduga kuat mengambil sumber air dari tanah secara liar, kemudian hanya melalui proses penyaringan sederhana (filter) sebelum akhirnya dikemas menggunakan merek-merek terkenal dan diedarkan ke pasaran.19/04/26.
Yang lebih mencengangkan, dalam operasionalnya, pihak pengelola diduga kuat memiliki "beking" atau perlindungan yang membuat mereka merasa kebal hukum. Bahkan, seorang figur yang mengaku sebagai aktivis justru ditemukan berperan sebagai Humas di dalam perusahaan tersebut.
Mengaku Aktivis, Ternyata Pelindung Bisnis Ilegal?
Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa keberadaan aktivis yang berkedok sebagai Humas ini diduga berfungsi untuk meredam atau menutup-nutupi berbagai temuan pelanggaran. Hal ini menimbulkan pertanyaan besar, apakah gerakan yang selama ini diusung hanya topeng untuk melindungi kepentingan bisnis yang merugikan masyarakat dan negara?
Potensi Kerugian Daerah Miliaran Rupiah
Operasional bisnis air minum kemasan ilegal ini jelas-jelas melanggar aturan perizinan dan lingkungan. Selain meresahkan karena mengambil sumber daya air secara massal yang berpotensi menurunkan muka air tanah warga, praktik ini juga sangat merugikan keuangan daerah.
Tanpa izin resmi dan pengawasan yang ketat, praktik pencurian air dan pengemasan ilegal ini mengakibatkan kebocoran besar pada Anggaran Pendapatan Daerah. Potensi pajak dan retribusi yang seharusnya masuk ke kas daerah justru lenyap dan dinikmati oleh oknum pelaku usaha yang merasa dilindungi.
"Kebal Hukum"
Masyarakat dan pihak yang peduli terhadap hukum menuntut tindakan tegas dari Dinas Perizinan, Dinas Lingkungan Hidup, hingga aparat penegak hukum. Sampai saat ini, PT Sumber Sukses Sentosa dikabarkan masih leluasa beroperasi layaknya tidak tersentuh aturan.
"Bagaimana bisa sebuah usaha yang jelas-jelas ilegal, mengambil air tanah tanpa izin, dan mengemasnya dengan merek terkenal bisa beroperasi seenaknya? Ini bukti nyata ada yang main mata dan mereka merasa paling aman karena ada yang membekingi," tegas salah satu sumber.
oknum yang mengaku aktivis saat di komfirmasi via aplikasi WhatsApp ia mengatakan,Sudah beberapa pres yang saya konfirmasi selesai ga ada akses..berapa puluh Lagi yang harus saya respon..santai... bang...ini ini aja..saya juga orang aktipis dan tugas saya mengurusi lingkungan..hanya itu...Dan pres Bogor kawan sy semua.ucapnya
Publik kini menunggu, apakah oknum yang mengaku aktivis namun menjadi pelindung bisnis ini akan ditindak, atau justru izin usaha ilegal ini akan terus dibiarkan merugikan daerah.tutupnya
Red- ed