Notification

×

Iklan

Iklan

WARTAWAN DIABAIKAN, PANITIA MUSCAB PKB KABUPATEN BOGOR DINILAI TAK PROFESIONAL DAN ANTI-TRANSPARANSI

April 04, 2026 | April 04, 2026 WIB Last Updated 2026-04-04T11:12:25Z
WARTAWAN DIABAIKAN, PANITIA MUSCAB PKB KABUPATEN BOGOR DINILAI TAK PROFESIONAL DAN ANTI-TRANSPARANSI
Kabupaten Bogor — neodetik.com || Pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Bogor menuai sorotan tajam. Bukan karena substansi politik yang dibahas, melainkan sikap panitia penyelenggara yang dinilai arogan dan tidak menghargai kerja jurnalistik Sabtu 4/04/2026 .
Sejumlah wartawan yang hadir untuk meliput kegiatan resmi tersebut mengaku diperlakukan tidak layak. Mereka dibiarkan tanpa kejelasan, tanpa akses informasi, bahkan tanpa sedikit pun perhatian dari panitia ( Sogir ) ,Kondisi ini memunculkan kesan kuat bahwa panitia Muscab PKB Kabupaten Bogor alergi terhadap keterbukaan informasi.
“Ini kegiatan politik, bukan acara tertutup. Tapi kami diperlakukan seperti tidak diundang. Tidak ada koordinasi, tidak ada ruang konfirmasi. Seolah-olah media dianggap tidak penting,” ujar salah satu wartawan dengan nada kecewa.

Lebih parah lagi, beberapa awak media menyebut panitia sama sekali tidak menyediakan fasilitas dasar peliputan. Tidak ada ruang media, tidak ada briefing, bahkan panitia terkesan menghindar saat hendak dimintai keterangan. Situasi ini menimbulkan pertanyaan besar: ada apa sebenarnya yang coba ditutupi?
Sikap abai terhadap wartawan ini mencederai prinsip keterbukaan publik yang seharusnya dijunjung tinggi oleh partai politik. PKB sebagai partai yang mengklaim dekat dengan rakyat justru mempertontonkan wajah yang kontras—tertutup, 

tidak komunikatif, dan minim penghargaan terhadap peran pers.
Padahal, media adalah pilar penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Mengabaikan wartawan sama saja dengan menghalangi hak publik untuk mendapatkan informasi yang objektif dan transparan.
Jika kondisi ini dibiarkan, bukan tidak mungkin kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan kegiatan politik seperti Muscab akan semakin terkikis. Panitia seharusnya sadar, era saat ini bukan lagi ruang untuk bermain “sembunyi-sembunyi” di balik acara formal.
Muscab PKB Kabupaten Bogor yang seharusnya menjadi momentum konsolidasi politik justru ternodai oleh buruknya manajemen acara dan sikap tidak profesional panitia.

 Ini bukan sekadar kelalaian—ini adalah cerminan lemahnya komitmen terhadap transparansi dan demokrasi.
Publik kini menunggu, apakah pihak PKB Kabupaten Bogor akan memberikan klarifikasi dan evaluasi, atau justru memilih bungkam seperti sikap panitia yang meninggalkan wartawan tanpa arah.
×
Berita Terbaru Update