-->

Notification

×

Arogan Dan Hina Wartawan,Relawan G-BRAN,Sebut Wartawan Dan Media Abal-abal

Juli 11, 2026 | Juli 11, 2026 WIB Last Updated 2026-07-10T18:10:29Z
BOGOR –Neodetik.com || Sikap arogan dan ucapan tidak pantas datang dari sosok yang mengaku sebagai relawan pendukung Gibran Rakabuming Raka. Seorang ibu-ibu yang mengatasnamakan diri bagian dari tim pendukung tersebut justru menghina dan merendahkan awak media secara terbuka di grup percakapan Relawannya.11/7/26.
 
Kejadian bermula saat sebuah media online membagikan informasi di dalam grup berita memuat stop pres . Alih-alih berdiskusi dengan santun, relawan yang bersangkutan justru meledak dengan nada menghina:
 
"Saya ibu-ibu, media abal-abal kamu pamerin. Ya gak tau kok kamu hapus."
 
Ia kemudian menambahkan narasi yang terkesan urakan dan arogan bicara yang tak pantas seorang relawan G-BRAN Bicara sembarang kepada awak media.
 
"Sejenis Gibran: kalau bukan hoax pasti kamu gak hapus. Untuk pelajaran teman-teman semua, hati-hati menyebarkan berita dengan logo palsu... sebelum di-share diperiksa dulu, jangan asal share... di GBRAN kami punya visi misi melawan fitnah dan berita hoax."
 
Perkataan ini dinilai sangat tidak beretika, tidak memiliki attitude, dan justru mencoreng nama baik tokoh yang diusungnya. Mengatasnamakan visi melawan berita bohong, namun justru menutup ruang diskusi serta menghina profesi yang tugasnya menyampaikan informasi kepada publik.

Justru seorang media yang bisa membesarkan nama Gibran namun terkesan tidak paham dan tidak beretikannsorenag pendukung Gibran 
 
Salah satu anggota group  yang menyaksikan kejadian ini pun membantu meluruskan tentang dunia media.

 Bagaimana bisa mengaku membawa misi perbaikan, jika bicara kepada sesama satu group ajah  dan awak media  masih penuh kebencian dan penghinaan?

Salah satu anggota yang bergabung di dalam group saat di tanya awak media ia mengatakan,iya pak itu sekjen tinggal di jakarta,memang sekjen orangnya begitu gampang marah gampang tersinggung,tapi bapak maklumin ajah namnya perempuan,ucapnya
 
Sikap seperti ini sangat disayangkan. Alih-alih mengedukasi masyarakat, justru terkesan menutup telinga dan menekan siapa saja yang berbeda pandangan. Kami berharap pihak tim pendukung Gibran dapat menegur anggotanya agar menjaga etika dan tidak menyalahgunakan nama tokoh untuk membenarkan sikap arogan.

Hingga berita ini di turunkan pihak yang bersangkutan justru langsung memblokir saat di mintai klarifikasi dan mengulan melalu chating aplikasi whatsap mengucapak Abal-abal kembali.
 
 Red-Ed 
×
Berita Terbaru Update