-->

Notification

×

SEKOLAH SMK Pelita Nusantara (PENUS) dan SMA Plus PGRI Cibinong DIDUGA INTIMIDASI SISWA, ANCAM DO JIKA TIDAK PARKIR DI TEMPAT PILIHAN SEKOLAH

Agustus 06, 2026 | Agustus 06, 2026 WIB Last Updated 2026-08-06T09:38:17Z
BOGOR —Neodetik.com || Praktik pemerasan terselubung dan intimidasi terhadap siswa terungkap di SEKOLAH PENUS. Pihak sekolah diduga memaksa siswa untuk memarkir kendaraan di tempat parkir milik warga yang telah "bekerja sama" dengan pihak pengelola sekolah. Siapa yang menolak, diancam dengan sanksi berat — bahkan dikeluarkan dari sekolah.6/8/26.
 Menurut informasi yang diterima, tempat parkir warga tersebut awalnya hanya bermaksud membantu karena halaman sekolah sempit dan tidak mampu menampung seluruh kendaraan siswa. Namun di balik kerja sama itu tersembunyi kepentingan besar: pihak sekolah menmaksa hingga 70 persen dari hasil parkir milik warga.
 
Praktik ini bukan sekadar aturan, melainkan paksaan yang dibarengi ancaman. Siswa yang memarkir kendaraannya di tempat parkir lain — yang tidak bekerja sama dengan sekolah — diintimidasi, diberi surat peringatan, hingga diancam dikeluarkan atau Drop Out (DO) dan Penegak Disiplin Sekolah (PDS).

Yang lebih mencengangkan Jika ada murid yang kena PENENGAK DISIPLIN SEKOLAH,Dan di ancam DROP OUT Bisa di kondisikan dengan cara bayar sebesar 3 juta Rupiah ,ujar murid 
 
"Mereka bukan membimbing murid, melainkan memeras murid. Parkir warga yang seharusnya meringankan beban justru dijadikan ladang upeti. 70 persen masuk ke kantong sekolah, dan murid yang tidak patuh diancam masa depan pendidikannya."
 
Apakah ini lembaga pendidikan atau lembaga pungutan? Pihak sekolah seharusnya melindungi murid, bukan menjadikan mereka sasaran tekanan demi keuntungan. Masyarakat meminta dinas pendidikan segera turun tangan, menyelidiki aliran dana parkir tersebut, dan menjamin kebebasan siswa tanpa ancaman.

Narasumber menceritakan,sekolah itu mah menekan pak,mana ekonomi sedang sulit,sering ada kegiatan di luar sekolah sekitar April setady tour di kenakan 4 juta itu kan bukan uang sedikit pak.mana sudah sampai kesana di ajak muter ke tempat wisata di pikir sudah semua ga tau masuk nya masih bayar lagi,ujarnya.
 
Murid bukan sumber uang, sekolah bukan tempat pemerasan atau tempat intimidasi.

Dalam hal ini kepada Dinas Pendidikan (Disdik) setempat bekerja sama dengan Inspektorat dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) agar menindak sekolah tersebut agar tindakan yang Tidka wajar agar di hentikan.

Hingga berita ini di terbitkan pihak sekolah memilih bungkam enggan memberikan keterangan saat di komfirmasi.

Redaksi-tim 
 

 
 
×
Berita Terbaru Update