-->

Notification

×

CTRA BURUK BUPATI BOGOR MULAI TERKUAK,DUGAAN MINTA UANG KONTRAKTOR LEWAT PIHAK KETIGA RATUSAN JUTA

Oktober 18, 2026 | Oktober 18, 2026 WIB Last Updated 2026-10-18T14:40:43Z
BOGOR-kabupaten,-Neodetik.com || Mulai terungkap dugaan serius yang menyelimuti pemerintahan Kabupaten Bogor. Bupati Bogor Rudy Susmanto diduga meminta sejumlah uang kepada kontraktor melalui perantara pihak ketiga bernilai ratusan juta rupiah,18/10/26.
 
Kasus dugaan aliran dana yang melibatkan Bupati Bogor semakin terbuka ke publik, dengan munculnya laporan bahwa sejumlah uang diminta dari pelaku usaha melalui perantara pihak ketiga. Bukti berupa catatan transaksi antar rekening kini telah terungkap, di mana dana dikirimkan ke rekening pihak yang diduga bertindak sebagai tangan ketiga dalam proses tersebut.
 
Pihak ketiga ini disebut-sebut memiliki peran strategis dalam pengendalian berbagai proyek pembangunan yang berjalan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor selama masa kepemimpinan saat ini. Tidak hanya itu, muncul pula dugaan kuat bahwa pihak-pihak yang sama juga berperan penting dan mengeluarkan biaya besar selama masa kampanye pemilihan Bupati Bogor sebelumnya.
 
Seorang narasumber yang memohon identitasnya dirahasiakan menyampaikan bahwa hubungan antara biaya kampanye dan penguasaan proyek dinilai sangat sulit dipisahkan dalam praktik di lapangan. Menurutnya, biaya yang telah dikeluarkan oleh pihak-pihak pendukung tersebut belum tentu dianggap lunas begitu masa kampanye berakhir, sehingga proyek pembangunan menjadi sarana untuk menutupi pengeluaran yang sudah ada.
 
Pernyataan ini memperkuat dugaan adanya pola transaksi yang saling terkait, di mana akses terhadap proyek pemerintah seolah menjadi imbal balik yang harus dipenuhi setelah proses politik selesai. Publik meminta KPK dan Inspektorat Daerah untuk menelusuri aliran dana tersebut secara transparan, mengingat setiap proyek pembangunan menggunakan anggaran rakyat yang harus dipertanggungjawabkan sejelas-jelasnya.
 
Jika dugaan ini terbukti benar, maka ini bukan sekadar pelanggaran administratif, melainkan bentuk korupsi dan suap yang merugikan keuangan daerah serta mencederai demokrasi dan proses pengadaan yang seharusnya bersih. Masyarakat berharap kebenaran segera terungkap, agar tidak ada lagi anggapan bahwa kekuasaan di Kabupaten Bogor dimanfaatkan untuk mengembalikan modal pribadi melalui jalur proyek pembangunan rakyat.
 
Publik menuntut penelusuran yang menyeluruh, objektif, dan tidak memihak terhadap setiap aliran dana yang diduga berhubungan dengan kepentingan pribadi maupun kelompok tertentu di lingkungan pemerintahan Kabupaten Bogor. Anggaran rakyat harus dikelola dengan jujur, bukan dimanfaatkan untuk keuntungan segelintir orang yang berkuasa.
 
TIM REDAKSI
 
×
Berita Terbaru Update