Absennya Presiden Prabowo di HPN 2026 di Banten, Picu Sorotan Soal Komitmen Negara Terhadap Pers
|| HPN 2026 tanpa kehadiran Presiden Prabowo, insan pers soroti komitmen begara terhadap kebebasan pers. Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang digelar di halaman masjid kawasan Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Serang, Banten, menuai sorotan dari kalangan insan pers. Pasalnya, agenda tahunan yang menjadi simbol penghormatan negara terhadap peran pers nasional tersebut berlangsung tanpa kehadiran Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Presiden Prabowo tidak hadir baik secara langsung maupun melalui sambungan virtual.
Kehadiran Kepala Negara dalam peringatan HPN 2026 hanya diwakili oleh Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Cak Imin.
Pantauan PONTAS.id di lokasi acara, absennya Presiden semakin terasa karena figur Presiden Prabowo Subianto hanya tampak dalam bentuk patung standing display berbahan plastik yang dipajang di area kegiatan.
Pemandangan tersebut menjadi perbincangan hangat di kalangan peserta, khususnya para wartawan yang datang dari berbagai daerah di Indonesia.
Ketidakhadiran Presiden Prabowo pun memicu perbandingan dengan masa pemerintahan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.
Pada era Jokowi, kehadiran Presiden dalam peringatan HPN dinilai hampir selalu terjaga, baik secara langsung maupun secara virtual, termasuk pada masa pandemi Covid-19.
“Di zaman Jokowi, sesibuk apa pun Presiden, HPN tetap dihormati. Bahkan saat pandemi, beliau masih menyempatkan hadir secara virtual. Sekarang, Presiden sama sekali tidak muncul,” ujar Daeng, sapaan akrab seorang insan pers asal Makassar, dengan nada kecewa.
HPN 2026 sendiri dihadiri oleh sejumlah pejabat negara dan tokoh penting, di antaranya Gubernur Banten Andra Soni, Menteri Komunikasi dan Digital, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Ketua Dewan Pers, Ketua Umum PWI Pusat, Kepala Kejaksaan Tinggi Banten, anggota DPR RI Ahmad Fauzi, serta Ketua MPR RI Ahmad Muzani.
Dalam sambutannya, Gubernur Banten Andra Soni menyampaikan rasa bangga karena Provinsi Banten dipercaya menjadi tuan rumah peringatan HPN 2026. Ia berharap momentum HPN dapat dimanfaatkan untuk memperkuat kepercayaan publik terhadap pers nasional.
“Pers yang sehat akan mendukung ekonomi yang berdaulat dan demokrasi yang kuat. Kami berharap HPN 2026 di Banten menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan peran pers dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujar Andra Soni.
Meski rangkaian acara berlangsung khidmat dan dihadiri banyak tokoh nasional, absennya Presiden tetap menjadi topik utama perbincangan di kalangan wartawan.
Banyak insan pers menilai HPN bukan sekadar acara seremonial tahunan, melainkan simbol nyata penghormatan negara terhadap pers sebagai salah satu pilar utama demokrasi.
Sejumlah peserta menyebut, pada era pemerintahan sebelumnya, HPN diposisikan sebagai ruang dialog langsung antara pers dan negara.
Kehadiran Presiden kala itu dianggap sebagai pesan politik yang kuat bahwa kebebasan pers dan kerja jurnalistik mendapatkan perhatian langsung dari kepala negara.
Berbeda dengan kondisi saat ini, ketidakhadiran Presiden Prabowo dalam HPN 2026 dinilai menimbulkan kesan bahwa peringatan Hari Pers Nasional cukup dipandang sebagai agenda rutin yang bisa diwakilkan kepada pejabat lain.
Padahal, wartawan dari seluruh wilayah Indonesia yang hadir dalam HPN selalu membawa harapan yang sama, yakni dapat bertemu dan berdialog langsung dengan Presiden Republik Indonesia. Namun hingga acara puncak HPN 2026 berakhir, harapan tersebut tak kunjung terwujud.
Absennya Presiden Prabowo Subianto dalam peringatan HPN 2026 pun memunculkan pertanyaan di kalangan insan pers: apakah Hari Pers Nasional masih ditempatkan sebagai agenda strategis negara, sebagaimana pada era pemerintahan sebelumnya, ataukah peran pers kini mulai dipandang sekadar sebagai pelengkap dalam perjalanan demokrasi Indonesia.
Red-Ervinna