Notification

×

Iklan

Iklan

Hadiri Board of Peace dan Business Summit AS, Prabowo Tegaskan Komitmen Reformasi dan Stabilitas Ekonomi

Februari 19, 2026 | Februari 19, 2026 WIB Last Updated 2026-02-19T13:36:31Z
Hadiri Board of Peace dan Business Summit AS, Prabowo Tegaskan Komitmen Reformasi dan Stabilitas Ekonomi
Jakarta, neodetik.com 
|| Prabowo Subianto melakukan kunjungan kerja ke Amerika Serikat untuk menghadiri pertemuan perdana Board of Peace (BoP) yang digelar di Washington, D.C., Kamis (19/2/2026).

Dalam rangkaian lawatannya, Presiden juga menghadiri dan menyampaikan pidato pada Gala Iftar Dinner Business Summit yang berlangsung di U.S. Chamber of Commerce, Rabu (18/2/2026).

Presiden Prabowo tiba di Pangkalan Militer Andrews, Washington DC, pada Selasa (17/2/2026) menggunakan pesawat kepresidenan Garuda Indonesia-1. Dalam agenda Business Summit tersebut, Prabowo didampingi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Dalam sambutannya di hadapan para pemimpin bisnis Amerika Serikat, investor global, serta pejabat tinggi kedua negara, Presiden Prabowo memaparkan arah kebijakan ekonomi Indonesia, komitmen reformasi struktural, hingga peluang kerja sama strategis antara Indonesia dan AS.
“Saya juga berada di sini untuk menyelesaikan sebuah perjanjian perdagangan besar antara kedua negara kita. Kita telah bernegosiasi sangat intens selama beberapa bulan terakhir, dan saya pikir kita telah mencapai kesepakatan yang solid dalam banyak isu,” ujar Presiden Prabowo.

Berikut tujuh poin utama pidato Presiden Prabowo di Business Summit U.S. Chamber of Commerce:
1. Stabilitas Ekonomi dan Rekam Jejak Fiskal Yang Kredibel

Presiden Prabowo menegaskan bahwa Indonesia memiliki fondasi ekonomi yang kuat dengan pengelolaan fiskal yang disiplin dan berhati-hati. Ia menekankan bahwa sepanjang sejarahnya, Indonesia tidak pernah gagal membayar kewajiban utang negara.
“Kami telah mengelola perekonomian kami dengan bijaksana selama bertahun-tahun. Kami tidak pernah gagal bayar, sekali pun dalam sejarah kami. Kami tidak pernah gagal membayar utang kami,” tegasnya.

Menurutnya, bahkan dalam masa transisi pemerintahan dengan perbedaan politik yang tajam, komitmen terhadap kewajiban fiskal tetap dijaga. Hal ini menjadi bukti konsistensi Indonesia dalam menjaga kepercayaan pasar dan stabilitas makroekonomi.

2 . Kepastian Hukum dan Pemberantasan Korupsi

Dalam forum tersebut, Presiden juga menyoroti pentingnya kepastian hukum bagi investor. Ia menyatakan pemerintahannya berkomitmen menegakkan hukum tanpa pandang bulu.
Sebagai langkah konkret, pemerintah telah menutup sekitar 1.000 tambang ilegal serta menyita sekitar 4 juta hektare lahan dari perusahaan yang melanggar aturan, termasuk yang beroperasi di luar konsesi resmi maupun di kawasan hutan lindung.

Langkah ini, menurut Presiden, bertujuan menciptakan iklim usaha yang sehat, adil, dan transparan bagi seluruh pelaku ekonomi.

3. Reformasi Sumber Daya Manusia Melalui Pendidikan STEM

Presiden Prabowo mengakui bahwa Indonesia masih menghadapi tantangan serius dalam ketersediaan tenaga profesional, khususnya di bidang kesehatan. Ia menyebut Indonesia kekurangan sekitar 140.000 dokter, sementara lulusan kedokteran setiap tahun hanya sekitar 10.000 orang.
Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah berencana mendirikan 10 universitas baru berbasis STEM (Science, Technology, Engineering,

Mathematics, dan Medicine).
Langkah ini diharapkan dapat mempercepat peningkatan kualitas dan kuantitas sumber daya manusia Indonesia agar mampu bersaing di tingkat global.
 
4. Komitmen Mengatasi Stunting dan Masalah Gizi Anak

Presiden mengungkapkan bahwa sekitar 25 persen anak Indonesia masih mengalami stunting. Untuk itu, pemerintah menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi anak-anak sekolah.

Program MBG tidak hanya dipandang sebagai kebijakan sosial, tetapi juga sebagai investasi jangka panjang dalam pembangunan manusia. Dengan perbaikan gizi sejak dini, kualitas generasi mendatang diharapkan meningkat secara signifikan.

5. Efisiensi Anggaran dan Realokasi ke Program Prioritas

Menanggapi kritik terkait anggaran, Presiden Prabowo menegaskan bahwa kebijakan yang diambil bukanlah pemborosan, melainkan realokasi anggaran ke sektor-sektor prioritas.

Belanja yang dinilai tidak produktif dan berpotensi disalahgunakan dipangkas, kemudian dialihkan untuk mendukung program pendidikan, kesehatan, serta pemenuhan gizi anak.
“Inilah yang saya gunakan untuk mengalokasikan kembali dana ke program-program tersebut. Jadi, saya dituduh boros, dan sebagainya. Tidak, tidak, ini adalah pengalokasian kembali sumber daya,” jelasnya.

6. Pertumbuhan Ekonomi Inklusif dan Efek Berganda

Presiden menjelaskan bahwa program sosial seperti MBG memiliki efek berganda (multiplier effect) terhadap perekonomian nasional.
Program tersebut menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan permintaan hasil pertanian dan produk lokal, serta memperkuat konsumsi domestik sebagai motor pertumbuhan ekonomi.

Dengan demikian, kebijakan sosial yang dijalankan tidak hanya berdampak pada kesejahteraan masyarakat, tetapi juga memperkuat struktur ekonomi nasional.

7. Ajakan Kemitraan Strategis Dengan Amerika Serikat

Di akhir pidatonya, Presiden Prabowo mengajak para pengusaha Amerika Serikat untuk menjadikan Indonesia sebagai mitra strategis jangka panjang.

Ia menekankan bahwa hubungan ekonomi bilateral harus dibangun atas dasar saling menguntungkan (mutual benefit), stabilitas politik, dan tata kelola pemerintahan yang bersih.
“Seharusnya ini menjadi situasi saling menguntungkan dan semua orang mendapat manfaat. Dengan manfaat, akan tercipta kemakmuran. Itulah pelajaran yang saya pelajari dari sejarah.

Kemakmuran berasal dari tata pemerintahan yang baik, pemerintahan yang bersih. Kemakmuran berasal dari stabilitas,” pungkasnya.
Kunjungan Presiden Prabowo ke Amerika Serikat ini dinilai menjadi momentum penting dalam memperkuat hubungan bilateral kedua negara, khususnya di bidang perdagangan, investasi, dan kerja sama strategis jangka panjang.

Pertemuan Board of Peace (BoP) yang digelar sehari setelah Business Summit juga diharapkan menjadi forum diplomasi strategis yang memperkuat peran Indonesia dalam percaturan global.
Dengan paparan komprehensif mengenai stabilitas ekonomi, reformasi struktural, serta komitmen terhadap pembangunan manusia, Presiden Prabowo menegaskan bahwa Indonesia siap menjadi mitra utama bagi dunia usaha Amerika Serikat di kawasan Indo-Pasifik.

Red-Ervinna
×
Berita Terbaru Update