Notification

×

Iklan

Iklan

Menko Pangan Zulkifli Hasan Tekankan Swasembada dan Penguatan Ekonomi Kerakyatan di Ponpes Modern Tazakka Batang

Maret 03, 2026 | Maret 03, 2026 WIB Last Updated 2026-03-03T02:48:58Z
Menko Pangan Zulkifli Hasan Tekankan Swasembada dan Penguatan Ekonomi Kerakyatan di Ponpes Modern Tazakka Batang
Batang, neodetik.com
|| Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan bersama Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menghadiri Pengajian Akbar dan buka puasa bersama di Pondok Pesantren Modern Tazakka, Batang, Jawa Tengah, (1/3/2026). 

Dalam kesempatan tersebut, Zulha sapaan akrab Zulkifli Hasan menyampaikan arah kebijakan prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto di sektor pangan serta penguatan ekonomi kerakyatan sebagai fondasi pembangunan nasional.

Acara tersebut turut dihadiri Pengasuh Ponpes Modern Tazakka KH Anang Rikza, Bupati Batang M. Faiz Kurniawan, unsur Forkopimda, serta perwakilan sejumlah lembaga nasional dan internasional. Ribuan santri, wali santri, dan masyarakat sekitar tampak memadati area pesantren untuk mengikuti rangkaian pengajian dan buka puasa bersama. 

Swasembada Pangan Sebagai Fondasi Kedaulatan

Dalam sambutannya, Zulhas menegaskan bahwa swasembada pangan merupakan fondasi ketahanan dan kedaulatan nasional yang harus diwujudkan melalui peningkatan produksi dalam negeri, stabilisasi pasokan, serta produktivitas pertanian yang berkelanjutan.

Menurutnya, tantangan global seperti perubahan iklim, fluktuasi harga komoditas, dan ketidakpastian rantai pasok internasional menuntut Indonesia untuk semakin memperkuat kemandirian pangan. Pemerintah, kata dia, tengah mendorong optimalisasi lahan, modernisasi pertanian, penggunaan benih unggul, serta penguatan infrastruktur irigasi dan distribusi.
“Negara yang kuat adalah negara yang mampu memberi makan rakyatnya sendiri.
Swasembada pangan bukan hanya soal produksi, tetapi juga soal keberlanjutan, pemerataan distribusi, dan kesejahteraan petani,” ujar Zulhas dalam keterangan tertulis, (2/3/2026).

Pangan Bergizi dan Kualitas SDM

Lebih lanjut, Zulhas menekankan bahwa kemajuan Indonesia sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang sehat dan produktif. Kualitas tersebut, lanjutnya, berawal dari konsumsi makanan yang bergizi, aman, dan terjangkau.

Ia menyampaikan bahwa upaya swasembada pangan terintegrasi dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah. Program ini diharapkan mampu memastikan anak-anak Indonesia mendapatkan asupan nutrisi yang cukup guna mendukung tumbuh kembang optimal serta meningkatkan kualitas pendidikan.
“Hal ini sejalan dengan ajaran dalam Al-Qur’an yang mendorong umat untuk mengonsumsi makanan yang baik dan bermanfaat sebagai bagian dari menjaga kualitas hidup dan keberkahan,” katanya.

Menurutnya, sinergi antara kebijakan pangan dan pembangunan sumber daya manusia menjadi kunci dalam mewujudkan visi Indonesia maju.

Penguatan Ekonomi Kerakyatan Melalui Koperasi

Selain aspek produksi dan konsumsi, Zulhas juga menyoroti pentingnya penguatan ekonomi kerakyatan sebagai penopang swasembada pangan. 

Ia menjelaskan bahwa agenda tersebut terintegrasi dengan pengembangan Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes) sebagai pilar distribusi dan pemberdayaan ekonomi desa.
Melalui penguatan koperasi, pemerintah mendorong distribusi pangan yang lebih merata, memperpendek rantai pasok, serta memperkuat perputaran ekonomi di tingkat desa.

Skema ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani, pelaku UMKM, serta masyarakat secara keseluruhan, dari hulu hingga hilir.
“Ekonomi kerakyatan harus menjadi arus utama. Desa harus menjadi pusat pertumbuhan baru, bukan sekadar objek pembangunan,” tegasnya.

Apresiasi Untuk Peran Pesantren

Pada kesempatan tersebut, Zulhas juga menyampaikan apresiasi kepada Pondok Modern Tazakka atas kontribusinya dalam membina generasi muda melalui pendidikan berbasis nilai-nilai keagamaan. 

Ia menilai pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk karakter, etos kerja, serta integritas generasi penerus bangsa.

Menurutnya, pesantren tidak hanya mencetak lulusan yang unggul dalam ilmu agama, tetapi juga memiliki potensi besar dalam pengembangan kewirausahaan, pertanian berbasis komunitas, serta pemberdayaan ekonomi umat.
“Pesantren adalah benteng moral sekaligus pusat pemberdayaan masyarakat. Dari sinilah lahir generasi yang berakhlak, sehat, dan produktif,” ujarnya.

Rangkaian acara ditutup dengan doa bersama dan buka puasa yang berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan. Momentum tersebut diharapkan semakin memperkuat sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat dalam mewujudkan kedaulatan pangan serta ekonomi kerakyatan yang berkeadilan.

Red-Ervinna
×
Berita Terbaru Update