Notification

×

Iklan

Iklan

Pemuda Gunung Putri Soroti Berbagai Persoalan Daerah, Fikri Purnama Azi: Jangan Biarkan Gunung Putri Hanya Jadi Beban Industri

Maret 12, 2026 | Maret 12, 2026 WIB Last Updated 2026-03-12T11:38:24Z
Pemuda Gunung Putri Soroti Berbagai Persoalan Daerah, Fikri Purnama Azi: Jangan Biarkan Gunung Putri Hanya Jadi Beban Industri
Bogor-neodetik.com ||  Pemuda Gunung Putri menyampaikan kritik keras terhadap berbagai persoalan yang hingga kini masih dirasakan masyarakat di Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor. Wilayah yang dikenal sebagai salah satu kawasan industri besar di Bogor tersebut dinilai belum mampu menghadirkan kesejahteraan dan kualitas lingkungan yang layak bagi warganya.

Tokoh pemuda Gunung Putri, *Fikri Purnama Azi*, menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh menutup mata terhadap berbagai persoalan yang terjadi di wilayah tersebut. Menurutnya, pesatnya pertumbuhan industri dan pembangunan perumahan di Gunung Putri belum diimbangi dengan penataan wilayah, infrastruktur, serta perlindungan lingkungan yang memadai.

“Gunung Putri hari ini menjadi salah satu kawasan industri besar, tetapi masyarakat justru masih dihadapkan dengan berbagai persoalan klasik seperti kemacetan parah, infrastruktur yang belum merata, hingga persoalan lingkungan yang berpotensi merugikan masyarakat,” ujar Fikri dalam pernyataannya.

Fikri menilai, kondisi tersebut menunjukkan bahwa arah pembangunan di Gunung Putri masih belum sepenuhnya berpihak kepada masyarakat. Ia juga menyoroti lemahnya pengawasan terhadap aktivitas industri yang berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan warga.

“Kami tidak menolak pembangunan dan investasi, tetapi jangan sampai Gunung Putri hanya dijadikan kawasan industri tanpa memikirkan dampaknya terhadap masyarakat sekitar. Lingkungan hidup dan keselamatan warga harus menjadi prioritas,” tegasnya.

Selain itu, Fikri juga menyoroti persoalan kemacetan yang hampir setiap hari terjadi di sejumlah ruas jalan utama di Gunung Putri. Menurutnya, kondisi tersebut merupakan bukti bahwa perencanaan infrastruktur dan tata kelola transportasi belum berjalan secara optimal.

Ia menegaskan bahwa pemuda memiliki tanggung jawab moral untuk menyuarakan kepentingan masyarakat serta menjadi bagian dari kontrol sosial terhadap jalannya pembangunan di daerah.

“Kami sebagai pemuda tidak akan diam ketika melihat masyarakat dirugikan. Pemuda Gunung Putri akan terus bersuara dan mengawal berbagai persoalan yang menyangkut kepentingan masyarakat,” ujarnya.

Fikri juga mendorong pemerintah daerah serta seluruh pemangku kepentingan untuk lebih serius dalam membenahi berbagai persoalan di Gunung Putri agar wilayah tersebut tidak hanya dikenal sebagai kawasan industri, tetapi juga sebagai tempat tinggal yang layak, sehat, dan berkeadilan bagi masyarakat.

“Gunung Putri harus berkembang menjadi wilayah yang maju, tetapi kemajuan itu harus dirasakan oleh masyarakatnya, bukan hanya oleh kepentingan industri semata,” tutup Fikri.
×
Berita Terbaru Update