Notification

×

Iklan

TERKUAK! CAMAT CIJERUK DIDUGA TERIMA ALIRAN DANA DARI PENGUSAHA TOWER BTS ILEGAL, SAAT DIKONFIRMASI LANGSUNG BUNGKAM

April 24, 2026 | April 24, 2026 WIB Last Updated 2026-04-24T16:36:29Z
BOGOR – neodetik.com || Skandal besar mencuat di Kecamatan Cijeruk. Nama Camat Cijeruk, Moch. Sobar Mansoer, S.IP., M.Si., kini terseret dalam dugaan praktik korupsi dan pungutan liar terkait maraknya pembangunan menara BTS ilegal di wilayahnya.
 
Berdasarkan informasi yang beredar dan temuan di lapangan, Camat diduga kuat menerima "aliran dana" atau imbalan tertentu dari pengusaha tower. Fakta ini menjadi alasan utama mengapa pembangunan yang jelas-jelas BELUM MENGANTONGI IZIN justru dibiarkan berdiri tegak dan beroperasi seenaknya.
 
BUNGKAM TOTAL SAAT DIMINTA KETERANGAN 
Yang semakin menguatkan dugaan buruk tersebut adalah sikap sang Camat saat dikonfirmasi oleh awak media maupun pihak yang berkepentingan.
 
Alih-alih memberikan penjelasan yang transparan dan mempertanggungjawabkan kebijakannya, Moch. Sobar Mansoer justru memilih BUNGKAM TOTAL. Mulutnya terkunci rapat, tidak mau bersuara, dan menghindar seolah tidak terjadi apa-apa.
 
Sikap diam ini dinilai sangat mencurigakan. Publik bertanya-tanya, jika memang bersih dan menjalankan tugas dengan benar, mengapa harus takut bicara? Kenapa membiarkan pelanggaran terjadi di depan mata? Jawabannya hanya satu: ADA KEPENTINGAN PRIBADI YANG DIAMANKAN.
 
LOGIKA YANG JELAS: SUDAH TERIMA IMBALAN MAKA DIAM 
Masyarakat Cijeruk kini melihat dengan mata kepala sendiri betapa rapuhnya integritas pemimpin mereka.
 
Logikanya sangat sederhana dan menyakitkan:
 
"Karena sudah menerima imbalan atau 'uang aman', maka meskipun tower itu ilegal dan melanggar aturan, tetap dibiarkan berdiri. Camat memilih diam dan menutup mata demi menjaga aliran dana."
 
Ini adalah pengkhianatan terhadap amanah negara. Hukum dan peraturan daerah diperjualbelikan demi keuntungan sesaat, sementara keselamatan warga dan potensi pajak daerah dikorbankan begitu saja.

Red- ed 
×
Berita Terbaru Update