Notification

×

Iklan

Iklan

Presiden Prabowo Subianto Tegaskan Perang Melawan Korupsi Saat Resmikan 218 Jembatan di Seluruh Indonesia

Maret 10, 2026 | Maret 10, 2026 WIB Last Updated 2026-03-10T03:12:48Z
Presiden Prabowo Subianto Tegaskan Perang Melawan Korupsi Saat Resmikan 218 Jembatan di Seluruh Indonesia
Bogor, neodetik.com
|| Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah dalam memerangi praktik korupsi sekaligus memperkuat kemandirian pangan dan energi nasional. Penegasan tersebut disampaikan Presiden saat meresmikan 218 jembatan di berbagai wilayah Indonesia yang dilaksanakan secara hybrid melalui konferensi video dari kediaman pribadinya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, (9/3/2026).
Dalam sambutannya, Presiden menyampaikan bahwa Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam yang sangat besar. Namun menurutnya, kekayaan tersebut harus dikelola dengan tata kelola yang baik, transparan, dan bebas dari praktik korupsi agar dapat memberikan manfaat maksimal bagi rakyat.
“Kekuatan kita, kekayaan kita yang luar biasa sesungguhnya harus lebih baik lagi kita kelola, lebih baik lagi kita kendalikan. Untuk itu saya tegaskan kembali bahwa kita harus memerangi korupsi di setiap tingkat,” tegas Presiden.

Kepala Negara menilai praktik penyalahgunaan wewenang, penipuan, hingga kolusi antara pejabat dan pengusaha yang tidak bertanggung jawab merupakan salah satu penyebab utama kebocoran keuangan negara.

Menurut Presiden, kebocoran tersebut dapat melemahkan kemampuan pemerintah dalam menghadapi berbagai tantangan nasional maupun global.

Ia menjelaskan bahwa dana negara yang seharusnya digunakan untuk pembangunan, penanganan bencana, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat kerap hilang akibat praktik korupsi.
“Korupsi penyalahgunaan wewenang, penipuan, kolusi dengan pengusaha-pengusaha nakal, ini yang mengakibatkan kebocoran negara. Ini yang mengakibatkan kekayaan kita banyak yang hilang, kekayaan yang bisa kita gunakan untuk menghadapi bencana apapun,” ujar Presiden.

Karena itu, Presiden menegaskan bahwa pemerintah akan terus memperkuat sistem pengawasan, penegakan hukum, serta transparansi dalam pengelolaan keuangan negara.

Selain menyoroti pentingnya pemberantasan korupsi, Presiden juga menyampaikan optimisme terhadap masa depan perekonomian Indonesia. 

Ia menyebut bahwa berdasarkan berbagai data dan analisis yang telah dipelajarinya, Indonesia memiliki potensi besar untuk keluar dari berbagai tantangan global dengan kondisi yang lebih kuat.

Menurutnya, kekayaan sumber daya alam, potensi demografi, serta kerja keras masyarakat menjadi modal utama bagi Indonesia untuk terus berkembang.
“Saya sudah melihat dan saya sudah mempelajari angka-angka, data-data kekayaan kita. Setiap hari kita akan keluar lebih kuat, kita akan keluar dari krisis ini dalam keadaan yang lebih kuat dan lebih makmur, lebih produktif, lebih mampu berdiri di atas kaki kita sendiri,” tegasnya.

Presiden juga menekankan pentingnya memperkuat kemandirian nasional, khususnya dalam sektor pangan dan energi.

Menurutnya, ketahanan pangan merupakan fondasi penting bagi stabilitas negara, terlebih di tengah kondisi geopolitik global yang tidak menentu.
Ia menyampaikan bahwa upaya mencapai swasembada pangan, terutama beras sebagai makanan pokok masyarakat Indonesia, telah lama menjadi salah satu fokus perjuangannya.
“Dalam keadaan perang di mana-mana, swasembada beras sangat penting, karena beras adalah makanan pokok kita,” ungkap Presiden.

Selain beras, pemerintah juga berupaya meningkatkan kemampuan produksi protein nasional guna memenuhi kebutuhan gizi masyarakat secara mandiri.
“Tapi kita juga sebentar lagi akan mencapai kemampuan kita memenuhi kebutuhan protein kita,” lanjutnya.

Di sektor energi, Presiden menegaskan bahwa perjuangan menuju kemandirian energi telah menjadi agenda strategis pemerintah dalam jangka panjang.
“Masalah BBM juga bertahun-tahun saya perjuangkan swasembada energi,” kata Presiden.

Peresmian 218 jembatan di berbagai daerah di Indonesia merupakan bagian dari upaya pemerintah meningkatkan konektivitas antarwilayah. Infrastruktur tersebut diharapkan dapat memperlancar distribusi barang, mempercepat mobilitas masyarakat, serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Presiden menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur tidak hanya bertujuan memperkuat konektivitas nasional, tetapi juga menjadi sarana pemerataan pembangunan hingga ke daerah-daerah terpencil.
Dengan konektivitas yang semakin baik, pemerintah berharap aktivitas ekonomi masyarakat dapat meningkat dan kesejahteraan rakyat semakin terangkat.

Diakhir sambutannya, Presiden kembali menegaskan bahwa pemerintah akan terus bekerja keras untuk memastikan kekayaan dan potensi Indonesia benar-benar dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat.

Ia menekankan bahwa keberhasilan pembangunan nasional sangat bergantung pada integritas, kerja sama, serta komitmen seluruh elemen bangsa untuk menjaga tata kelola pemerintahan yang bersih.
“Jika kita mampu menjaga integritas dan mengelola kekayaan bangsa dengan baik, saya yakin Indonesia akan menjadi negara yang semakin kuat, mandiri, dan sejahtera,” pungkas Presiden.

Red-Ervinna
×
Berita Terbaru Update