Proyek Galian Utilitas Jalan Citereup Mengganggu Aktivitas Warga, Puing Berserakan Bikin Khawatir
BOGOR, citereup-neodetik.com || Proyek galian utilitas yang sedang berlangsung di sepanjang jalan Citereup, Kecamatan Citereup, Kabupaten Bogor, mengakibatkan berbagai kendala bagi warga sekitar dan pengguna jalan. Kondisi badan jalan yang tidak tertata dengan baik, dengan puing serta tanah bekas galian yang berserakan, menjadi sumber keluhan utama.13 Maret 2026
Warga menyampaikan bahwa proyek yang telah berjalan selama beberapa waktu terakhir ini mengganggu aktivitas sehari-hari. Selain menyempitnya lajur jalan yang memperparah kemacetan, tumpukan puing dan tanah juga berpotensi menyebabkan kecelakaan, terutama saat musim hujan yang membuat permukaan jalan licin dan tidak rata,bahkan berpa hari lalu pak ada mobil kejeblos.keluh warga.
Selain itu juga ini kan menjelang lebaran, puing-puing numpuk di mana-mana di tinggalkan begitu saja ga ada tanggung jawabnya.imbuh warga.
"Saat ini jalan jadi sulit dilalui, terutama bagi kendaraan kecil dan pengendara motor. Selain itu, kebersihan juga terganggu karena puing-puing yang tidak dibersihkan," ujar salah satu warga yang tidak ingin disebutkan namanya.
Warga juga mendesak pihak terkait untuk segera menuntaskan proyek dan melakukan pembersihan serta pemulihan permukaan jalan agar kembali layak digunakan. Mereka berharap koordinasi antara pelaksana proyek dan dinas terkait dapat diperkuat untuk menghindari dampak negatif yang lebih luas.
Sebelumnya, pada tahun 2025, pemerintah Kabupaten Bogor telah merencanakan perbaikan sejumlah ruas jalan di wilayah Citereup, termasuk Jalan Citereup-Sukamakmur dan Jalan Tarikolot-Gunung Sari, sebagai bagian dari program besar-besaran perbaikan jalan rusak yang melibatkan 147 ruas jalan di seluruh kabupaten. Namun, belum ada informasi resmi mengenai keterkaitan proyek galian utilitas saat ini dengan program tersebut.
Dalam hal ini warga meminta kepada pihak yang berwajib agar menegur kontraktor yang tidak bertanggung jawab.
Hingga berita ini di terbitkan pihak penanggung jawab proyek galian utilitas belum memberikan keterangan kepastian kapan puing-puing yang berserakan.tutupnya
Red-ed