BOGOR –neodetik.com || Sungguh fakta yang sangat mengerikan dan memprihatinkan. Sebuah pabrik pengolahan tahu yang beroperasi di RW 03, RT 01, Tajur Halang, Kecamatan Tajur Halang, diduga kuat melakukan pelanggaran berat yang membahayakan kesehatan masyarakat dan merusak lingkungan secara masif.15/04/26
Yang membuat kasus ini semakin "panas" dan mencengangkan, pabrik yang beroperasi secara liar ini ternyata menjadi pemasok atau suplier bahan baku ke dapur-dapur program MBG (Makan Bergizi Gratis).
Padahal, kondisi kebersihan dan pengelolaan di pabrik ini diduga sangat jauh dari standar kesehatan.
Limbah Dibuang Sembarangan, Ikan Warga Mengapung Mati Semua
Bukti nyata bahaya yang ditimbulkan sudah ada di depan mata. Limbah cairan dan berbau dari pabrik tersebut langsung dibuang ke saluran air dan sungai tanpa ada pengolahan sama sekali.
Air yang seharusnya jernih kini berubah menjadi racun. Akibatnya, air yang mengalir menuju empang milik warga justru mematikan. Ribuan ikan yang dibudidayakan warga mati setiap hari dan mengapung di permukaan air. Ini membuktikan betapa pekat dan berbahayanya zat kimia dan limbah yang dibuang oleh pabrik tersebut.
Fakta Mencengangkan: Tidak Punya Izin, Tidak Punya IPAL!
Investigasi di lapangan membongkar kebenaran yang sangat memalukan. Pabrik yang berani memasok bahan makanan untuk program pemerintah ini ternyata beroperasi secara ILEGAL TOTAL.
Hingga saat ini, pabrik tersebut sama sekali tidak memiliki Izin Usaha yang sah. Lebih parah lagi, mereka juga tidak memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
Ini artinya, mereka beroperasi seenaknya, melanggar hukum, dan merusak alam tanpa rasa takut.
Warga Murka: Jangan Biarkan Racun Ini Mengalir!
Masyarakat setempat kini melayangkan protes keras dan tuntutan tegas kepada Pemerintah Desa, Kecamatan Tajur Halang, Satpol PP, hingga Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor.
"Kami tidak terima! Pabrik ini jelas-jelas mencemari, membunuh ikan kami, dan berpotensi membahayakan kesehatan orang banyak karena suplainya masuk ke dapur umum/MBG. Tolong ditindak tegas, jangan dibiarkan!" seru warga dengan emosi tinggi.
Warga menuntut agar instansi berwenang segera turun tangan, melakukan penghentian operasional, dan tidak membiarkan pelaku usaha yang tidak bertanggung jawab ini terus merajalela.
"Jika tidak punya izin dan tidak mampu mengolah limbah dengan benar, lebih baik ditutup saja! Jangan sampai makanan yang seharusnya bergizi justru berasal dari tempat yang kotor dan mencemari lingkungan," tegas warga.
Masyarakat kini menunggu, sampai kapan oknum pelaku usaha ini dibiarkan beroperasi dan merugikan banyak pihak.
Red- Ed