Bogor – neodetik.com || Dunia pendidikan kembali tercoreng oleh dugaan kelalaian yang tak bisa ditoleransi. Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya menjadi simbol kepedulian terhadap kesehatan dan masa depan generasi muda, justru berubah menjadi ancaman serius. Di SDN 01 Jasinga, Kabupaten Bogor, ditemukan belatung dalam makanan yang diberikan kepada siswa.
Temuan ini sontak memicu kemarahan dan kekhawatiran dari para orang tua murid. Bagaimana mungkin makanan yang diklaim “bergizi” justru menjijikkan dan berpotensi membahayakan kesehatan anak-anak? Ini bukan sekadar kelalaian kecil, melainkan indikasi kuat adanya pengawasan yang lemah, bahkan bisa jadi abai total terhadap standar kelayakan konsumsi.
Sejumlah wali murid mengaku geram dan kecewa. Mereka mempertanyakan kualitas pengadaan, proses distribusi, hingga siapa yang bertanggung jawab atas kejadian ini. “Ini anak-anak, bukan tempat buang sisa makanan tidak layak! Harus ada tindakan tegas,” ujar salah satu orang tua dengan nada kesal.
Insiden ini memperlihatkan betapa rapuhnya sistem pengawasan dalam program yang menyangkut hajat hidup anak-anak.
Jika makanan saja tidak mampu dijaga kualitasnya, bagaimana publik bisa percaya bahwa program MBG benar-benar dijalankan dengan niat dan standar yang benar?
Lebih jauh, kejadian ini juga menampar keras pihak terkait, mulai dari penyedia makanan hingga instansi yang bertanggung jawab dalam pengawasan.
Begitu juga pembagian MBG di Pesantren AL BASMALAH, para siswa hanya mendapatkan nasi dan telur mentah. Ini menunjukkan sebuah kesengajaan bukan kelalaian, dan juga secara tidak langsung mengungkapkan fakta korupsi yang dilakukan oleh pengelola MBG.
Tidak cukup hanya dengan klarifikasi atau permintaan maaf. Publik menuntut transparansi, investigasi menyeluruh, dan sanksi tegas bagi pihak yang lalai.
Kasus ini harus menjadi alarm keras. Jangan sampai program yang digadang-gadang sebagai solusi gizi anak bangsa justru berubah menjadi sumber penyakit dan trauma.
Jika tidak ada pembenahan serius dari pemerintah bukan tidak mungkin kepercayaan masyarakat akan runtuh sepenuhnya.
Pemerintah daerah Kabupaten Bogor dan instansi terkait kini dituntut untuk tidak sekadar diam. Tindakan cepat, tegas, dan terbuka adalah satu-satunya cara untuk memulihkan kepercayaan yang telah tercabik oleh kejadian memalukan ini.tutupnya
Red- firly