BOGOR –neodetik.com || Suasana di kompleks Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, Cibinong, semakiin dingin saat Bupati Bogor, Rudy Susmanto, turun langsung menemui ribuan warga dari wilayah Bogor Barat – meliputi Cigudeg, Jasinga, Rumpin, dan sekitarnya – yang melakukan aksi damai menagih janji Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), terkait nasib tambang dan kesejahteraan masyarakat.4/5/26.
Meskipun hujan turun membasahi seluruh area, semangat Bupati dan massa tak sedikit pun surut.
"HUJAN TIDAK AKAN MENYURUTKAN SEMANGAT KAMI"
Naik ke atas mobil komando di tengah kerumunan massa, Rudy Susmanto langsung menyapa warga dengan nada tegas namun penuh empati. Ia menegaskan bahwa kehadirannya adalah bukti nyata bahwa Pemkab Bogor berdiri tegas di samping rakyat yang sedang memperjuangkan nasibnya.
"Hujan ini tidak akan menyurutkan semangat kami untuk memperjuangkan hak dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bogor. Kami di sini bukan hanya mendengar, tapi juga akan berjuang bersama kalian," ujar Bupati Rudy di tengah sorakan dukungan massa.
Kata-katanya langsung memecah keheningan dan membakar semangat para peserta aksi yang sudah berhari-hari menunggu kepastian.
DESAK PROVINSI BUKA KEMBALI TAMBANG BERIZIN
Dalam orasinya, Bupati Rudy secara tegas menyuarakan tuntutan utama masyarakat: agar Pemerintah Provinsi Jawa Barat segera membuka kembali operasional tambang yang telah memiliki izin resmi dan memenuhi syarat legalitas.
Menurutnya, kebijakan penutupan yang diterapkan selama ini telah mematikan roda ekonomi di wilayah Bogor Barat, di mana mayoritas warga menggantungkan hidupnya pada sektor pertambangan. Banyak keluarga yang kini kehilangan mata pencaharian, sementara janji-janji solusi dinilai belum berjalan maksimal.
"Kami meminta kepada Pemerintah Provinsi, tolong buka kembali tambang yang sudah mengantongi izin. Masyarakat siap mematuhi semua aturan, siap menjaga lingkungan, yang penting mereka bisa bekerja dan menghidupi keluarga," tegasnya.
Rudy juga menegaskan bahwa Pemkab Bogor telah berupaya maksimal menata sektor ini, termasuk merencanakan pembangunan jalur khusus angkutan tambang agar tidak mengganggu kenyamanan masyarakat umum. Anggaran untuk pembebasan lahan pun sudah disiapkan tahun ini sebagai langkah nyata solusi.
MASA MENAGIH JANJI KOMPENSASI
Selain pembukaan kembali tambang, massa juga kembali menagih janji kompensasi sebesar Rp3 juta per Kepala Keluarga (KK) yang pernah diucapkan KDM saat kebijakan penutupan diterapkan. Hingga saat ini, banyak warga yang mengaku belum menerima bantuan tersebut, padahal kondisi ekonomi mereka sudah dikategorikan darurat.
Bupati Rudy menyatakan akan terus mendesak pihak provinsi agar segera merealisasikan janji tersebut tanpa penundaan lebih lama lagi. "Janji pemimpin adalah hutang yang harus dibayar. Kami akan terus berkomunikasi dan mendorong agar semua hak warga segera terpenuhi," tambahnya.
CARI SOLUSI BERSAMA
Meskipun geram, massa tetap menjaga aksi berjalan damai dan tertib. Mereka berharap kehadiran Bupati Rudy Susmanto dapat menjadi jembatan yang kuat agar aspirasi mereka didengar langsung oleh Gubernur Jawa Barat.
"Kami tidak mau keributan, kami mau solusi. Solusi yang menguntungkan kedua belah pihak – lingkungan terjaga, tapi rakyat juga bisa hidup layak," ujar salah satu perwakilan warga.
Hingga berita ini diturunkan, dialog antara Bupati dan perwakilan massa masih berlangsung. Masyarakat berharap, dari pertemuan ini lahir keputusan konkret yang segera dapat dirasakan manfaatnya.
Laporan: [sy]