Notification

×

Iklan

GEGERKAN BOGOR! Beredar Selebaran Ajakan Geruduk Pendopo Bupati, Rencana Ratusan Dumtruk dari Bogor Barat Siap Ikut Turun ke Jalan

Mei 04, 2026 | Mei 04, 2026 WIB Last Updated 2026-05-04T04:09:52Z
Bogor,neodetik.com ||  Suasana di wilayah Kabupaten Bogor, khususnya di kawasan bagian barat, tengah diwarnai ketegangan dan kegelisahan. Pasalnya, belakangan ini tersebar luas selebaran berisi ajakan keras untuk melakukan aksi massa besar-besaran yang ditujukan menggeruduk Pendopo Rumah Dinas Bupati Bogor.4/5/26.

 Yang membuat kekhawatiran semakin memuncak dan situasi terasa semakin panas, dalam ajakan tersebut secara spesifik disebutkan bahwa aksi ini akan melibatkan ratusan unit truk pengangkut material atau dumtruk yang seluruhnya berasal dari sejumlah kecamatan di wilayah Bogor Barat, lengkap dengan para pengemudi dan pemiliknya yang dikabarkan sudah bersiap sepenuhnya untuk turun ke jalan serentak. Kabar ini menyebar dengan sangat cepat dari mulut ke mulut maupun lewat media sosial, memicu kekhawatiran akan terjadinya keributan besar serta kelumpuhan lalu lintas di sejumlah ruas jalan utama penghubung antarwilayah.
 
Berdasarkan salinan selebaran yang berhasil diperoleh, tulisannya dibuat dengan nada yang sangat emosional, tegas, dan penuh semangat perlawanan. Di bagian paling atas tertera kalimat besar yang berbunyi: "SUARA TEGAS RAKYAT BOGOR BARAT! RATUSAN DUMTRUK SIAP BERGERAK BERSAMA RAKYAT GERUDUK PENDOPO BUPATI SAMPAI TUNTUTAN KITA DIKABULKAN!" Selebaran ini tidak hanya disebarkan dalam bentuk fisik yang ditempel di posko-posko pangkalan dumtruk, bengkel kendaraan, warung makan, pos ronda, hingga di tembok pinggir jalan di wilayah Bogor Barat, namun juga tersebar luas di berbagai grup percakapan media sosial, terutama grup-grup yang beranggotakan para sopir, pemilik kendaraan angkutan, serta warga setempat.
 
Dalam isi selebaran dijelaskan secara rinci bahwa aksi direncanakan akan digelar pada hari dan jam tertentu yang sudah ditetapkan. Para peserta, terutama para pengemudi dan pemilik dumtruk dari wilayah Bogor Barat seperti Kecamatan Rumpin, Cigudeg, Jasinga, Parungpanjang, Nanggung, dan sekitarnya diminta berkumpul di titik-titik penjemputan yang sudah ditentukan. 

Setelah massa berkumpul lengkap, seluruh kendaraan dan peserta aksi akan bergerak bersama-sama dalam satu iring-iringan panjang menuju lokasi Pendopo Bupati di Cibinong. Disebutkan jumlah kendaraan yang akan turun mencapai ratusan unit, sehingga iring-iringan diprediksi akan memanjang berkilo-kilometer dan menutup jalur yang dilewati. Selain para pengemudi dan pemilik kendaraan, ajakan ini juga mengundang seluruh lapisan masyarakat dari Bogor Barat maupun wilayah lain untuk ikut bergabung, sehingga jumlah massa diprediksi akan sangat besar dan sulit dikendalikan.
 
Alasan utama yang melatarbelakangi rencana aksi massal ini tertuang jelas dan rinci dalam selebaran. Keluhan paling utama datang dari kalangan pengusaha angkutan dan pengemudi dumtruk yang merasa nasib mereka sangat terbebani dan terabaikan. 

Di antaranya adalah persoalan aturan pembatasan jam operasional kendaraan berat yang dinilai sangat memberatkan dan memangkas pendapatan mereka secara drastis, kondisi jalan di wilayah Bogor Barat yang rusak parah, berlubang, dan berdebu namun perbaikannya sangat lambat bahkan hampir tidak ada perhatian sama sekali dari pemerintah, biaya retribusi dan perizinan yang dianggap tidak wajar serta mahal, hingga maraknya pungutan liar atau pungli yang dilakukan oleh oknum di beberapa ruas jalan yang tidak kunjung diberantas.
 
Selain masalah khusus tersebut, keluhan umum masyarakat lainnya yang menjadi pendorong semangat massa adalah masih banyaknya jabatan sekelas Camat, Kepala Seksi hingga Kepala Bidang yang kosong atau dijabat Pelaksana Tugas (Plt) sehingga pelayanan publik di daerah berjalan lambat dan tidak maksimal, anggaran Hari Jadi Bogor ke-340 yang nilainya mencapai miliaran rupiah dan dinilai boros serta tidak transparan, hingga masalah kemacetan parah dan tumpukan sampah yang belum tertangani dengan baik. Semua masalah ini dirasakan oleh masyarakat, dan warga Bogor Barat merasa bahwa aspirasi mereka selama ini tidak fer.

Red- toro 
×
Berita Terbaru Update