BOGOR KOTA – Neodetik.com || Dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola oleh Yayasan Jabal Qur'an kini terseret dua masalah besar sekaligus: selain sedang dalam pemeriksaan sidak Kejaksaan Negeri Bogor Kota, terungkap perlakuan tidak manusiawi dan penyiksaan psikologis terhadap seluruh karyawan di bawah naungan Dr. Hj. Munifah Syanwani, M.Si., selaku Ketua Umum PPUMI sekaligus pemilik yayasan.
Sumber terpercaya membocorkan fakta memilukan:
- Karyawan dilarang keras memakan sedikit pun makanan yang ada di dapur, meskipun kelebihan atau sisa produksi.
Justru karyawan Hasil pengumpulan kardus bekas dan limbah lain dijual uangnya dipakai untuk membayar biaya buang sampah—padahal ini seharusnya tanggung jawab operasional yayasan.ujarnya
- Gaji petugas keamanan dipotong Rp10.000 setiap saat tanpa alasan jelas, keluh warga yang enggan disebut namanya.
- Siapa pun yang terlambat datang bekerja, baik tua maupun muda langsung disuruh push-up di tempat sebagai hukuman fisik yang tidak pantas.
Ketika dikonfirmasi, Ardi—staf kepercayaan yayasan di bagian pembangunan—mengakui terbuka: "Iya Pak, benar dapur ini sudah disidak oleh Kejaksaan dan saya mengundurkan diri sudah pamit tadi sore karena di dalamnya banyak maslah.ucap ARDI
Masyarakat kini mencurigai adanya upaya mengganti nama yayasan atau pengelola secara diam-diam untuk menghapus jejak pelanggaran dan kebusukan yang sudah terungkap.
Warga mendesak Kejaksaan Negeri Bogor Kota dan seluruh aparat penegak hukum untuk:
✅ Mengawasi ketat proses sidak hingga tuntas
✅ Menyelidiki dugaan pengalihan status yayasan untuk menghindari tanggung jawab
✅ Memproses hukum perlakuan tidak manusiawi terhadap pekerja serta penyalahgunaan fasilitas program negara
Program yang seharusnya melayani gizi anak bangsa, jangan sampai dikelola oleh pihak yang justru menindas manusia yang bekerja di dalamnya.
Red-Ed