-->

Notification

×

KERUNTUHAN KEPERCAYAAN: TIMSES BALIK BADAN JADI OPOSISI, KABUPATEN BOGOR DIPIMPIN DENGAN KINERJA SEBELAH MATA

Juli 31, 2026 | Juli 31, 2026 WIB Last Updated 2026-07-30T17:36:29Z
KABUPATEN BOGOR –Neodetik.com ||  Gelombang kekecewaan meledak sepenuhnya. Mereka yang dulu berjuang memenangkan pemerintahan ini kini berbalik arah 380 derajat menjadi oposisi. 

Bukannya mewujudkan janji perubahan nyata, apa yang terjadi justru sebaliknya: pembangunan dikejar yang tak ada urgensinya, rakyat miskin makan beras bansos bercampur pasir, aset dibiarkan kosong lalu menyewa gedung swasta dengan harga mahal, pejabat dirampas wewenangnya, hingga akhirnya — kas Kabupaten Bogor kosong melompong.
 
Kini terlihat gamblang: kepemimpinan berjalan dengan pandangan sebelah mata. Yang terlihat hanya pembangunan megah di kawasan Cibinong yang dipamerkan seolah bukti kinerja bagus. 

Padahal di balik tampilan itu, rakyat kecil masih menelan pahitnya kehidupan. Beras bantuan sosial yang mereka terima berbalatung dan bercampur pasir — dan itupun yang mereka andalkan untuk makan sehari-hari. Di saat yang sama, proyek-proyek yang tak mendesak justru dikejar habis-habisan.
 
Kejanggalan makin mencolok: gedung-gedung milik Pemerintah Daerah sendiri dibiarkan terbengkalai dan kosong melompong. Namun Pemkab justru memilih menyewa gedung milik swasta seperti Gedung Vivo untuk kantor pelayanan. Uang rakyat habis untuk membayar sewa, padahal aset sendiri tak terpakai.
 
Belum cukup itu, pola penunjukan pejabat dari tingkat Kelurahan hingga kepala Dinas mayoritas hanya dijabat sebagai Pejabat Pelaksana Tugas (PLT). Akibatnya tak ada yang berani memutuskan kebijakan, tak ada yang punya wewenang penuh, sehingga segala urusan pembangunan terhambat, tidak jelas siapa bertanggung jawab.
 
Puncaknya: Uang Kas Kabupaten Bogor kini dikabarkan kosong. Habis untuk apa, lari ke mana? Pertanyaan besar itu kini menggantung tanpa jawaban meyakinkan.
 
Melihat kenyataan pahit yang bertumpuk inilah, para pendukung setia yang dulu memenangkan pemerintahan ini akhirnya angkat tangan. 

Mereka yang dulu mengangkat kini turun ke jalan mengawasi. Bukan lagi sebagai pendukung, melainkan sebagai oposisi yang tak akan diam melihat rakyat semakin menderita sementara kekuasaan semakin tak terkendali.
 
Kabupaten Bogor sedang dalam masa ujian terberatnya. Apakah kekosongan kas dan ketidakberesan tata kelola ini akan dibiarkan tanpa pertanggungjawaban? Rakyat sedang menunggu jawaban.

Red- tim 
 
 
 

×
Berita Terbaru Update