-->

Notification

×

BUPATI BOGOR "ANEH BIN AJAIB" DENGAR BISIKAN PENJILAT, TUKANG CUKUR DI RANCA BUNGUR DIURUS, MASALAH BESAR DIABAIKAN

Agustus 13, 2026 | Agustus 13, 2026 WIB Last Updated 2026-08-13T15:51:50Z
KABUPATEN BOGOR,Neodetik.com || Ketua DPD LSM Indonesia Morality Watch (IMW), Edwar, memberikan penilaian pedas atas gaya kepemimpinan Bupati Bogor. Menurut Edwar, sosok Bupati Bogor kini pantas dijuluki "Bupati Aneh bin Ajaib".

 Alasannya sangat jelas: Bupati seolah-olah hanya mendengar bisikan dari para pembisik dan penjilat di sekitarnya, sehingga yang sampai ke meja pimpinan hanyalah laporan-laporan yang terlihat bagus saja, sementara realitas pahit yang dirasakan rakyat justru disembunyikan.13 Agustus 2026.

Kritik tajam Edwar meledak menyusul peristiwa yang sangat memprihatinkan di wilayah Kecamatan Ranca Bungur: seorang tukang cukur rakyat kecil diduga ditegur atau dipersoalkan lantaran tidak memasang bendera. Hal yang seharusnya bersifat mengajak dan menyemangati justru berubah menjadi tekanan kepada warga kecil yang setiap hari berjuang mencari sesuap nasi.

Edwar menegaskan dengan nada kecewa:
 
"Sungguh aneh dan ajaib. Untuk hal sepele seperti bendera tukang cukur di Ranca Bungur bisa dipermasalahkan. Tapi untuk masalah besar yang menyusahkan rakyat setiap hari — Bupati seolah-olah tidak tahu apa-apa. Mengapa? Karena yang melapor ke atas hanya yang bagus-bagus saja.

 Yang bermasalah disembunyikan oleh para penjilat.
Edwar kemudian mengingatkan semboyan yang seharusnya menjadi pedoman setiap pemimpin:

  "Kalau tidak bisa berbuat baik untuk rakyat, minimal janganlah membuat gaduh yang menyusahkan rakyat."
 
Menurut Edwar, kalimat sederhana itu seolah-olah tidak dipahami oleh lingkaran kekuasaan di Kabupaten Bogor. Hal-hal kecil menyangkut rakyat kecil dibikin gaduh, sementara persoalan besar yang merugikan masyarakat justru dibiarkan membisu.

Inti persoalan, tegas Edwar, adalah sumber informasi yang diterima Bupati:
 
"Bupati Bogor ini 'Aneh bin Ajaib' karena telinganya hanya terbuka untuk para pembisik dan penjilat. Laporan dari bawah yang sampai ke Bupati itu sudah disaring — hanya yang enak didengar saja. Yang menyakitkan hati rakyat disembunyikan. Makanya Bupati hanya tahu hal-hal yang bagus saja, padahal di lapangan kenyataannya jauh dari harapan."
Edwar menutup pernyataannya dengan seruan tegas kepada seluruh jajaran pemerintahan Kabupaten Bogor:
 
"Saya ingatkan kembali: Kalau belum mampu berbuat baik dan membawa kemajuan bagi rakyat Kabupaten Bogor, maka minimal jangan membuat gaduh yang menyusahkan rakyat kecil. Jangan sampai tukang cukur di Ranca Bungur saja diusik, sementara oknum yang merugikan jutaan rakyat justru dilindungi."
 .
×
Berita Terbaru Update