BOGOR,- Neodetik.com || Media online Neodetik.com menyampaikan sanggahan tegas terkait pemberitaan yang dimuat oleh harianesia.com dengan judul "Dugaan Kriminalisasi Kabag Hukum dan HAM". 3/9/26.
Pemberitaan tersebut dinilai terkesan memojokkan, bahkan secara terang-terangan menyebut nama media Neodetik.com dengan narasi yang tidak berdasar dan tendensius.
BERITA TITIPAN, BUKAN FAKTA — SEPERTI CERITA KOMIK ANAK KECIL
Menanggapi pemberitaan harianesia.com, Neodetik.com menegaskan bahwa media tersebut terkesan menerima berita titipan, tanpa melakukan verifikasi yang layak. Isi beritanya digambarkan bagaikan cerita anak kecil di buku komik yang ngalor-ngidul, karena penulisnya bukan narasi alma saat konfirmasi langsung kepada pihak yang bersangkutan.
Narasi disusun berdasarkan pihak yang belum jelas kedudukannya dalam objek pemberitaan awal — sehingga jauh dari prinsip jurnalistik berimbang.
"Sama-sama media, seharusnya sama-sama menjaga fakta. Bukan malah menyusun cerita tanpa bicara langsung dengan sumber utamanya," tegas pihak Neodetik.com.
SAMA-SAMA KONFIRMASI — ALMA MENGAKUI ISI PEMBERITAAN, HANYA MERASA DIPERDAYAKAN
Fakta yang harus diketahui publik: Neodetik.com maupun harianesia.com sama-sama melakukan konfirmasi langsung ke ruangan Kabag Hukum dan HAM Pemkot Bogor, Alma Wiranta. Saat dipertanyakan, Alma mengakui semua isi dalam pemberitaan itu terjadi semua. Ia hanya berkeluh kesah bahwa selama perjalanan itu, ia merasa memiliki sekretaris dan merasa dirinya diperdaya — bukan membantah kejadiannya.
Artinya: fakta peristiwa itu diakui oleh Alma sendiri. Bukan rekayasa, bukan fitnah, bukan kriminalisasi. Yang terjadi justru pengakuan langsung dari objek berita itu sendiri.
HARIAINESIA.COM BERBALIK ARAH — DARI INVESTIGASI MENJADI PEMBENARAN
Yang paling disayangkan adalah sikap harianesia.com. Padahal sama-sama media yang baru lahir dan sama-sama tertarik pada kasus ini untuk tujuan investigasi, belakangan ini justru berbalik arah seolah-olah berita Neodetik.com disusun oleh oknum lain dengan tujuan membunuh karakter Alma Wiranta. Padahal pimpinan redaksi harianesia.com tahu persis bagaimana awal mula objek pemberitaan itu terungkap.
"Kami merasa kecewa. Awalnya sama-sama mencari kebenaran. Namun kini seolah-olah ada yang mengubah arah pemberitaan — bukan lagi mengungkap fakta, melainkan menutupi dan memutarbalikkan apa yang sebenarnya terjadi," ungkap Redaksi Neodetik.com.
TUNTUTAN & PESAN UNTUK SESAMA MEDIA
1. Jangan jadi alat pihak lain. Berita harus berdasarkan fakta, bukan titipan kepentingan tertentu.
2. Konfirmasi langsung kepada sumber utama. Jangan menyusun narasi dari pihak ketiga yang belum jelas posisinya.
3. Sama-sama menjaga etika jurnalistik. Tidak boleh saling serang dengan narasi yang tidak berdasar hanya karena perbedaan sudut pandang.
4. Jika sudah mengakui, tidak perlu ditutupi. Pengakuan langsung dari Alma Wiranta sendiri adalah bukti paling kuat.
SANGGAHAN INI DISAMPAIKAN OLEH
Redaksi Neodetik.com
Red- sy