BOGOR,-Neodetik.com || Abu vulkanik hasil erupsi Gunung Anak Krakatau terpantau telah menyebar hingga ke wilayah DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat, termasuk Kabupaten dan Kota Bogor. Erupsi yang berlangsung terus-menerus sejak Jumat (4/9/2026) malam kini menjadi perhatian serius masyarakat dan pihak berwenang.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat aktivitas erupsi bertipe Strombolian — ditandai dengan pancaran air mancur lava, lontaran batu pijar, serta keluarnya abu vulkanik secara berkelanjutan. Dua klaster sebaran abu terdeteksi bergerak ke arah timur laut hingga selatan, mencapai ketinggian hingga 20.000 kaki.
Status Gunung Anak Krakatau tetap berada di Level III / Siaga sejak 2 Juli 2026. Badan Geologi menegaskan tidak berpotensi tsunami, namun ancaman abu vulkanik nyata dan telah menyentuh wilayah padat penduduk.
Abu Vulkanik Berbahaya bagi Kesehatan — Masker Kain Tidak Cukup
Abu vulkanik mengandung partikel halus silika dan gas berbahaya. Jika terhirup dapat menyebabkan:
Iritasi saluran pernapasan, batuk, sesak napas, hingga kambuhnya asma
Iritasi mata dan kulit Penurunan kualitas udara yang sangat berisiko bagi lansia, anak-anak, ibu hamil, dan penderita penyakit paru-paru
Peringatan Keras: Masker kain kurang efektif. Wajib menggunakan masker N95 atau KN95 saat berada di luar ruangan.
Imbauan Tegas untuk Warga Bogor dan Sekitarnya
Tutup rapat pintu dan jendela; basahi gorden atau kain untuk menyaring udara
Lindungi sumber air dan makanan dari paparan abu Bersihkan abu dengan cara disapu basah jangan disapu kering agar tidak beterbangan kembali Kurangi aktivitas di luar ruangan, terutama anak-anak dan lansia Tetap pantau informasi resmi dari PVMBG, BMKG, dan BPBD setempat Radius aman dari kawah adalah 2 km dilarang mendekat ke area tersebut
Dentuman di Bandung Masih Dikaji
Terkait laporan dentuman yang terdengar di wilayah Bandung, BMKG menyatakan masih terus mengkaji dan belum menyimpulkan berasal dari Gunung Anak Krakatau mengingat jarak yang cukup jauh. Namun soal sebaran abu hingga Jawa Barat, BMKG telah memastikan kebenarannya.
Tetap tenang, namun tetap waspada. Angin bisa berubah — pantau terus perkembangan terbaru.
Redaksi: Wansyah