CIBINONG, -Neodetik.com || Musawarah Kabupaten (MUKAB) ke-X Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Bogor resmi digelar di Hotel Haris Cibinong City Mall (CCM), pada Selasa (2/9/2026).
Ajang ini bukan sekadar rutinitas organisasi, melainkan titik balik strategis bagi dunia usaha Kabupaten Bogor untuk bersatu, meninggalkan ego sektoral, dan berkomitmen nyata memajukan UMKM serta para pedagang — demi mewujudkan Kabupaten Bogor yang Istimewa.
BUKAN SEKADAR RAPAT, TAPI KOMITMEN BERSATU
Pelaksanaan MUKAB ke-X KADIN Kabupaten Bogor ini menjadi momentum yang sangat dinantikan. Di tengah tantangan ekonomi yang terus berubah, KADIN sebagai rumah besar dunia usaha di Kabupaten Bogor diharapkan mampu hadir bukan sekadar sebagai wadah, melainkan mesin penggerak kemajuan ekonomi rakyat.
Satu hal yang menjadi penekanan utama dalam pertemuan ini: KADIN wajib memprioritaskan peningkatan kualitas UMKM dan para pedagang. Karena dari sinilah roda ekonomi berputar — dari rakyat, untuk kemajuan Kabupaten Bogor.
"Terselenggaranya MUKAB KADIN ini harus menjadi momentum untuk meninggalkan ego sektoral, siap berkolaborasi, dan siap berkontribusi nyata. Tidak boleh lagi ada kepentingan kelompok di atas kepentingan bersama," tegas peserta MUKAB.
PRIORITAS UTAMA: UMKM DAN PEDAGANG ADALAH TULANG PUNGGUNG EKONOMI
Suara paling keras menggema dalam MUKAB ini: KADIN Kabupaten Bogor harus meningkatkan UMKM untuk memajukan para pedagang, membangun Kabupaten Bogor yang Istimewa.
Bukan kata-kata kosong. Harapan besar tertumpu pada KADIN agar:
- Membuka akses pasar seluas-luasnya bagi UMKM dan pedagang lokal
- Memberikan pelatihan & pendampingan yang nyata, bukan sekadar seremonial
- Menghapus praktik-praktik yang merugikan pelaku usaha kecil
-Membangun ekosistem usaha yang sehat, adil, dan berkeadilan
-Bersinergi dengan pemerintah daerah tanpa ada kepentingan di baliknya
BOGOR ISTIMEWA — DUNIA USAHA BANGKIT
Kalimat penutup yang menjadi semangat sekaligus janji: "Bogor Istimewa, Dunia Usaha Bangkit!"
Artinya, kemajuan Kabupaten Bogor tidak bisa hanya digantungkan pada pemerintah semata. Dunia usaha — mulai dari pedagang kecil, UMKM, hingga pengusaha besar — harus berdiri tegak bersama-sama. Tanpa persatuan, tanpa kolaborasi, tanpa keikhlasan untuk saling mengangkat, kata "Istimewa" hanyalah mimpi belaka.
MUKAB ke-X ini telah menetapkan arah. Kini tinggal dibuktikan dengan kerja nyata. Rakyat Kabupaten Bogor menunggu — bukan janji manis, bukan seremonial, melainkan tindakan yang terasa dampaknya langsung ke kantong dan masa depan pelaku usaha.
Red- tim