BOGOR,-neodetik.com || Seorang peserta Calon Pegawai Negeri Sipil Kementerian EKRAF gelombang kedua meninggal dunia saat mengikuti rangkaian pelatihan Komponen Cadangan tahun dua ribu dua puluh enam. Korban diketahui lahir tahun seribu sembilan ratus delapan puluh delapan dan berusia dua puluh delapan tahun.26 September 2026
Pelatihan berlangsung sejak tanggal lima belas Agustus dan dijadwalkan berakhir pada tanggal dua puluh sembilan September. Artinya korban berpulang tepat sebelum acara penutup setelah menjalani pembinaan selama lebih dari sebulan.
Selama mengikuti kegiatan peserta menjalani pembinaan fisik dan kedisiplinan dengan jadwal yang sangat padat. Peserta bangun sejak pukul empat pagi dan kegiatan baru berakhir pukul dua puluh tiga. Malam hari pun waktu istirahat sangat terbatas.
Beban fisik yang dipikul peserta sungguh berat. Pembinaan yang seharusnya membentuk karakter justru menyerupai latihan militer dengan intensitas berlebih. Kelelahan fisik yang menumpuk dari hari ke hari akhirnya merenggut nyawa peserta tersebut.
Peristiwa memilukan ini memicu kecaman luas. Pelatihan bagi calon pegawai negeri sipil dinilai tidak pantas disamakan dengan pendidikan militer. Pembinaan kedisiplinan tidak boleh mengorbankan keselamatan dan nyawa peserta.
Hingga saat ini kronologi lengkap kejadian belum dijelaskan secara terbuka. Masyarakat meminta keterangan transparan mengenai apa yang dialami korban sebelum meninggal. Peristiwa ini sekaligus menjadi bahan evaluasi mendasar agar pelatihan semacam ini tidak lagi merenggut nyawa warga sipil.
Kami menegaskan ranah sipil tidak boleh dimiliterisasi. Keselamatan peserta wajib menjadi prioritas utama. Tidak boleh ada lagi korban berjatuhan atas nama pembinaan.
Redaksi neodetik.com