BOGOR,-Neodetik.com || Perkara skandal Alma Wiranta, Kabag Hukum dan HAM Pemkot Bogor Kota, terus bergulir semakin panas. Awalnya terbongkar perselingkuhan dengan sekretarisnya sendiri.3/9/26.
Kini muncul dugaan kuat: pihak Alma justru berupaya memutarbalikkan fakta, bahkan memanfaatkan media untuk mencari pembenaran — seolah-olah dirinya adalah korban, padahal fakta dan pengakuan sendiri sudah mengungkapkan kebenaran.
TERBONGKAR: SEKRETARIS DIJADIKAN ISTRI TAK SAH, DITIDURKAN DI KANTOR HINGGA DICETAKKAN ID CARD ILEGAL
Berdasarkan rilis yang disampaikan oleh Irawati (IR), sosok yang menjadi pusat perkara ini, terungkap fakta-fakta yang sangat mencengangkan:
- Irawati diangkat menjadi sekretaris pribadi Alma Wiranta
- Disuruh menginap dan tidur di ruang kerja Kabag Hukum — tempat yang seharusnya untuk urusan negara
- Dicetakkan ID Card layaknya pegawai resmi Pemkot Bogor, padahal bukan ASN maupun pegawai tetap
- Semua ini dilakukan atas perintah Alma Wiranta sendiri
"Saya dijadikan sekretaris, disuruh tidur di kantornya, bahkan dicetakkan ID Card sebagai pegawai resmi. Semua atas perintah beliau," ungkap Irawati dalam rilisnya.
ALMA MENGAKUI SENDIRI: HUBUNGAN DARI KANTOR HINGGA UMRAH, NIKAH SIRIH, FOTO MESRA DI TANAH SUCI
Ketika awak media berinisiatif mengkonfirmasi langsung kepada Alma Wiranta, ia justru mengakui semuanya. Tanpa paksaan, Alma membenarkan bahwa hubungan itu memang terjadi:
Hubungan dimulai di kantor, berlanjut ke mana-mana
Berlangsung hingga saat ibadah Umrah di Mekah
Tercetus pernikahan sirih di Tanah Suci
Ada foto-foto mesra saat di Mekah — diakui oleh Alma sendiri
Ucapannya sendiri: "Iya ya, kok kenapa selama ini saya nurut saja," — menunjukkan kesadaran penuh atas perbuatannya
MEDIA DIBALIKKAN: DARI INVESTIGASI BERSAMA MENJADI BERITA TITIPAN DAN BERBALIK ARAH.
Yang kini menjadi sorotan tajam dunia jurnalistik adalah perubahan arah pemberitaan yang mencurigakan. Salah satu media yang awalnya sama-sama melakukan investigasi, bahkan pernah diundang langsung ke kantor Kabag Hukum untuk konfirmasi, kini berbalik arah. Media tersebut diduga menerima berita titipan yang menyusun narasi baru — seolah-olah Alma Wiranta adalah korban, seolah-olah ada pihak yang membunuh karakternya, padahal fakta dan pengakuan sendiri sudah beredar luas.
"Awalnya sama-sama mencari kebenaran. Namun kini seolah-olah ada upaya untuk memutarbalikkan fakta, menutupi pengakuan sendiri, dan menyalahkan pihak lain. Ini bukan lagi jurnalistik, ini upaya mencari pembenaran atas kesalahan yang sudah diakui," ungkap salah satu awak media.
PEJABAT HUKUM MAIN HUKUM: DUGAAN PENYALAHGUNAAN WEWENANG & PEMALSUAN DOKUMEN
Perkara ini bukan sekadar urusan rumah tangga. Ada pelanggaran berat yang menyangkut jabatan dan negara:
Penyalahgunaan wewenang — memanfaatkan ruang kerja dan fasilitas negara untuk perbuatan asusila
Pemalsuan dokumen negara — mencetak ID Card pegawai bagi yang bukan pegawai
Pelanggaran UU Perkawinan — nikah sirih tanpa syarat sah, padahal masih beristri sah
Penistaan agama — perbuatan tercela di Tanah Suci Mekah
Pelanggaran disiplin ASN — perbuatan tercela yang merusak citra instansi
JANGAN CARI PEMBENARAN, BERTANGGUNG JAWABLAH!
Masyarakat kini mempertanyakan: Jika benar tidak bersalah, mengapa diakui semua? Jika benar korban, mengapa berusaha memanfaatkan media untuk memutarbalikkan fakta?
"Kebenaran tidak bisa ditutupi dengan rilis pembenaran atau berita titipan. Pengakuan sendiri sudah menjadi bukti paling kuat. Yang harus dilakukan bukan mencari kambing hitam, melainkan bertanggung jawab atas perbuatan sendiri," tegas pengamat hukum.
Publik menunggu: apakah Pemkot Bogor akan diam saja melihat pejabat di bidang Hukum justru melanggar hukum? Atau ada tindakan tegas sesuai aturan yang berlaku.tutupnya.
Red- tim