-->

Notification

×

103 Siswa SMPN 2 Cisarua Bogor Diduga Keracunan MBG, Rudi Susmanto Pastikan Penanganan Medis.

Oktober 21, 2026 | Oktober 21, 2026 WIB Last Updated 2026-10-21T16:22:48Z
BOGOR,-Neodetik.com ||  Sebanyak 103 siswa SMPN 2 Cisarua, Kabupaten Bogor, diduga mengalami keracunan setelah menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG).
 Seluruh siswa yang mengalami gejala tersebut mendapatkan penanganan medis di RS dr. Goenawan Partowidigdo, Kabupaten Bogor, Rabu (21/10/2026).

Bupati Bogor, Rudi Susmanto, menjenguk para siswa yang menjalani perawatan sekaligus memastikan seluruh korban mendapatkan pelayanan kesehatan secara optimal.

Rudi mengatakan, kondisi sebagian besar siswa mulai membaik. Hampir seluruh siswa yang sebelumnya menjalani penanganan medis telah diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing.

“Total ada 103 siswa yang diduga mengalami keracunan hingga siang ini. Hampir seluruhnya sudah bisa dipulangkan. Hanya satu siswa yang masih memerlukan penanganan lebih lanjut dari tim medis,” kata Rudi kepada wartawan.

Ia menjelaskan, gejala yang dialami para siswa di antaranya pusing dan mual. Untuk mencegah terjadinya dehidrasi, para siswa juga mendapatkan penanganan medis, termasuk pemberian cairan infus sesuai kebutuhan.

Pemerintah Kabupaten Bogor memastikan pemantauan kesehatan tetap dilakukan meskipun para siswa telah diperbolehkan pulang.

“Kami juga akan melakukan observasi ke rumah siswa bersama Dinas Kesehatan dan tim medis untuk memantau kondisi mereka setelah dipulangkan,” tuturnya.
Penyebab Keracunan Masih Menunggu Hasil Laboratorium
Terkait penyebab dugaan keracunan tersebut, Rudi menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Bogor belum dapat mengambil kesimpulan sebelum hasil pemeriksaan laboratorium keluar.

Menurutnya, hasil pemeriksaan tersebut akan menjadi dasar untuk menentukan langkah tindak lanjut, termasuk apabila ditemukan indikasi yang berkaitan dengan penyediaan makanan dalam program MBG.

“Kami belum bisa menyampaikan penyebabnya kepada publik sebelum hasil uji laboratorium keluar. Jika ditemukan indikasi tertentu, kami akan menyampaikan rekomendasi kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan Badan Gizi Nasional (BGN),” tegasnya.

Rudi menjelaskan bahwa kewenangan terkait operasional SPPG berada pada Badan Gizi Nasional. Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Bogor berfokus memastikan seluruh siswa memperoleh pelayanan kesehatan serta menentukan langkah lanjutan setelah kondisi mereka dinyatakan stabil.

Pemerintah daerah juga akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memantau perkembangan kondisi para siswa dan menindaklanjuti hasil pemeriksaan guna mengetahui penyebab pasti peristiwa tersebut.


Hingga hasil pemeriksaan laboratorium diterbitkan, penyebab dugaan keracunan yang dialami para siswa SMPN 2 Cisarua masih belum dapat dipastikan.

×
Berita Terbaru Update