Boyolali - Neodetik.com || Musyawarah Nasional (Munas) Sekretariat Bersama Wartawan Indonesia (SWI) telah sukses di selenggarakan, dari Senin 18-5-2026 sampai dengan Rabu 20--2026, di Ballroom Hotel Front One The Andia, Boyolali, Jawa Tengah.
Dinamika persaingan memperebutkan kursi Ketua Umum (Ketum) SWI, mulai muncul mewarnai atmosfir Munas yang pertama kali di selenggarakan itu.
Dalam sesi Pemilihan Ketum, ada 2 (Dua) Orang Kandidat yang telah mendaftar sebagai Bakal Calon (Balon) Ketum melalui pendaftaran online, yaitu : Anwar Nurdin selaku demisioner Bendahara Umum (Bendum) SWI, dan rivalnya, Iskandar, S.Sos ,selaku demisioner Kepala Bidang (Kabid) Sosial Ekonomi (Sosek) SWI.
Namun akhirnya, Pimpinan Sidang, yang terdiri dari Andrie Once (Ketua DPW SWI Jawa Tengah), Melanie (Ketua SWI DPW Lampung), Mukhlis (dari DPD Ciamis), Misdi (dari DPW Jatim) dan Arifandi (dari DPD Bireun), beserta Para Peserta lainnya, memutuskan hanya meloloskan 1 (Satu) Balon yang menjadi Calon Ketum SWI.
"Kita akan melanjutkan proses pemilihan Ketum SWI dengan 1 (Satu) calon tunggal, yang lolos dalam fit and proper test, yaitu Iskandar, karena calon lainnya dinyatakan gugur", Ujar A. Muchlis R selaku Pimpinan Sidang Munas, didampingi 4 (Empat) Anggota pimpinan sidang lainnya.
Pimpinan Sidang dalam Pemungutan suara tersebut menyatakan, jumlah suara sah yang diperebutkan Calon Ketua Umum SWI adalah sebanyak 56 (Lima Puluh Enam) suara (Kuorum).
Dari total jumlah suara yang diperebutkan, sebanyak 49 (Empat Puluh Sembilan) suara memilih Iskandar, sedangkan 4 (Empat) suara memilih abstain dan 3 (Tiga) suara tidak sah.
"Saudara Iskandar, S. Sos, terpilih sebagai Ketua Umum Sekber Wartawan Indonesia (SWI) Periode 2026 - 2031, melalui Rapat Pemilihan Ketua Umum SWI dalam Musyawarah Nasional (MUNAS) SWI 2026, dengan metode Pemungutan Suara secara Tertutup", Tegas Muchlis.
Ketua Umum SWI terpilih, Iskandar S.Sos, dalam pidato perdananya mengatakan, bahwa Saya bersyukur dengan dukungan dari 5 DPW dan 21 DPD yang hadir, karena telah dipilih menjadi Ketum SWI periode 2026-2031.
"Kita membutuhkan Pemimpin, yang mampu mempersatukan dan mensejahterakan Para Anggota. Wartawan juga harus profesional, dalam mengawal informasi publik", Ungkap Iskandar.
Iskandar juga menekankan, untuk ke depannya, tentunya SWI akan berkolaborasi dengan Pemerintah Indonesia, yang saat ini di pimpin oleh Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, melalui Kabinet Merah Putih.
"Sebagai Pilar ke empat Demokrasi, tentunya Kita akan turut berperan aktif membangun Indonesia menjadi Negara Maju, dibawah kepemimpinan Presiden Prabowo", Cetus Iskandar.
Iskandar optimis, dengan mengedepankan ekonomi kerakyatan, bukan hanya Para Anggota SWI yang akan sejahtera, namun SWI juga dapat membantu Pemerintah untuk mensejahterakan Rakyat.
Iskandar memaparkan, Indonesia Maju adalah visi besar bangsa, untuk mewujudkan negara modern yang berdaya saing tinggi, inovatif dan sejajar dengan negara adidaya pada tahun 2045 atau Indonesia Emas.
"Fokus utamanya mencakup peningkatan kualitas SDM (Sumber Daya Manusia) dengan pertumbuhan ekonomi dan transformasi teknologi", Terang Iskandar.
Transformasi ini, bebernya, bisa direalisasikan melalui beberapa fondasi utama, antara lain ; Pilar Ekonomi yang menargetkan pendapatan per kapita tinggi melalui transformasi ekonomi berkelanjutan dan hilirisasi industri.
Kemudian pendidikan dan kesehatan, dengan menciptakan SDM yang unggul, cerdas, sehat jasmani dan rohani, serta produktif.
"Lalu infrastruktur pemerataan, untuk membangun konektivitas nasional yang merata, termasuk pembangunan infrastruktur digital dan fisik", Ulas Iskandar.
Visi dan rencana aksi pembangunan nasional ini, tukasnya, dikelola secara terstruktur melalui cetak biru bersama Indonesia Maju, menuju Indonesia Emas 2045.
Penetapan Iskandar sebagai Ketum SWI 2026, ditandai dengan Pengambilan Sumpah janji Ketua Umum Terpilih SWI 2026 - 2031 dan Penyerahan Bendera Pataka SWI, sebagai sim
Red- sy