Notification

×

Iklan

Iklan

Februari 27, 2026 | Februari 27, 2026 WIB Last Updated 2026-02-27T01:48:36Z
Gubernur Pramono
Minta Bina Marga Urgent Urai:
Instruksikan Buka Akses Jalan, Atasi Kemacetan Parah Proyek Flyover Latumenten
Jakarta, neodetik.com
|| Kemacetan panjang yang terjadi di sekitar proyek pembangunan Flyover Latumenten, Jakarta Barat, memicu keresahan pengguna jalan dalam beberapa pekan terakhir. Kepadatan lalu lintas yang terjadi setiap hari, terutama pada jam sibuk pagi dan sore, dikeluhkan warga hingga disampaikan melalui anggota DPRD DKI Jakarta.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, langsung menginstruksikan jajaran Dinas Bina Marga untuk segera melakukan langkah konkret guna mengurai kemacetan, termasuk membuka kembali akses jalan yang sebelumnya ditutup akibat proyek pembangunan.
“Yang flyover Latumenten memang kami juga menyadari tempat itu untuk mengurangi kemacetan disana dan sekarang saya sudah minta kepada Bina Marga untuk memperluas akses supaya jalan yang ditutup itu bisa dibuka,” kata Pramono di Kantor Dinas Pendidikan DKI Jakarta,  (26/2/2026).

Kemacetan Parah di Titik Strategis Jakarta Barat

Proyek pembangunan flyover di kawasan Grogol-Latumenten sejatinya ditujukan untuk mengatasi simpul kemacetan kronis di wilayah tersebut. Namun dalam proses pengerjaan, penyempitan badan jalan dan pengalihan arus lalu lintas justru memicu antrean kendaraan yang mengular hingga beberapa kilometer.

Kemacetan terpantau terjadi di sejumlah ruas, termasuk Jalan Latumenten dan Jalan Makaliwe Raya. Banyak pengendara mengaku waktu tempuh mereka bertambah drastis, bahkan bisa dua hingga tiga kali lipat dibandingkan kondisi normal.

Seorang warga yang mengaku bernama Andy menyampaikan keluhannya melalui perwakilan DPRD. Ia meminta pemerintah segera mengambil tindakan tegas agar proyek tidak menyebabkan “macet total” dan merugikan masyarakat.

Pramono menegaskan pembangunan infrastruktur harus tetap memperhatikan kenyamanan publik.
“Jadi intinya mudah-mudahan dalam waktu dekat untuk Latumenten ini pembangunannya tidak membuat kemacetan yang semakin parah,” ujarnya.

Instruksi Pembukaan Akses Jalan

Sebagai tindak lanjut, Dinas Bina Marga diminta mengevaluasi sistem rekayasa lalu lintas di sekitar proyek. Salah satu langkah yang akan dilakukan adalah membuka kembali sebagian akses jalan yang sebelumnya ditutup serta memperlebar ruang gerak kendaraan di titik penyempitan.

Langkah ini diharapkan dapat menjadi solusi jangka pendek sembari pembangunan flyover tetap berjalan sesuai target. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan dan aparat kepolisian untuk pengaturan lalu lintas tambahan.

Pemprov menegaskan bahwa proyek infrastruktur tidak boleh berdampak pada kemacetan berkepanjangan yang merugikan masyarakat dan aktivitas ekonomi.

Dugaan Pungutan Liar di Lokasi Proyek

Selain kemacetan, proyek Flyover Latumenten juga menjadi sorotan akibat adanya dugaan praktik pungutan liar (pungli) oleh oknum yang memanfaatkan situasi kepadatan lalu lintas.
Dua orang yang dikenal sebagai “Pak Ogah” diamankan petugas gabungan di kolong tol sekitar proyek pembangunan flyover Grogol-Latumenten, tepatnya di Jalan Makaliwe Raya, Jakarta Barat.

Keduanya diduga melakukan pungutan liar secara paksa kepada pengendara yang melintas serta kerap memperkeruh kondisi lalu lintas.
Penertiban dilakukan setelah adanya aduan masyarakat yang disampaikan melalui anggota DPRD DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth. Kelurahan Grogol bersama sejumlah instansi terkait langsung melakukan pengecekan ke lapangan dan menindak oknum yang meresahkan pengguna jalan.

Pemprov DKI memastikan akan menindaklanjuti setiap laporan masyarakat terkait gangguan ketertiban umum di sekitar proyek pembangunan.

Komitmen Jaga Ketertiban dan Kenyamanan

Pramono menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen menjaga ketertiban umum, keamanan lingkungan, dan kenyamanan masyarakat selama proses pembangunan berlangsung.
Ia meminta seluruh kontraktor dan pihak pelaksana proyek untuk tidak hanya berfokus pada penyelesaian fisik pekerjaan, tetapi juga memperhatikan dampak sosial dan lalu lintas yang ditimbulkan.
“Pembangunan ini untuk kepentingan masyarakat. Maka jangan sampai dalam prosesnya justru menyulitkan masyarakat,” tegasnya.

Dengan adanya evaluasi akses jalan dan penertiban di lapangan, diharapkan kondisi lalu lintas di kawasan Latumenten berangsur membaik dalam waktu dekat, sembari proyek flyover terus dikebut untuk menjadi solusi permanen mengatasi kemacetan di Jakarta Barat.

Red-Ervinna
×
Berita Terbaru Update