Presiden Prabowo Subianto: Tegaskan Keberlanjutan Program Pendidikan, Luncurkan Sekolah Rakyat Untuk Perluas Akses Nasional
|| Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk memperkuat dan memperluas program strategis pendidikan nasional yang telah berjalan sejak era pemerintahan Joko Widodo.
Melalui peluncuran program Sekolah Rakyat (SR), pemerintah berupaya mengakselerasi pemerataan akses pendidikan di seluruh Indonesia, sejalan dengan visi pembangunan nasional yang berpijak pada cita-cita besar para pendiri bangsa, termasuk Soekarno dan Soeharto.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Teddy dalam keterangannya kepada awak media di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat. Ia menegaskan bahwa tidak ada satu pun program pendidikan strategis dari pemerintahan sebelumnya yang dihentikan.
Sebaliknya, seluruh program tetap berjalan dan bahkan diperkuat dengan inisiatif baru.
“Faktanya, tidak ada program strategis pendidikan dari periode sebelumnya yang tidak berjalan sekarang. Tidak ada program dari periode sebelumnya yang dihentikan. Semuanya berjalan, bahkan ditambah. Ada Kartu Indonesia Pintar berjalan.
Bahkan Presiden Prabowo menambahkan ada Sekolah Rakyat,” ujar Teddy.
Salah satu program unggulan yang tetap dilanjutkan adalah Kartu Indonesia Pintar (KIP), yang selama ini menjadi tulang punggung bantuan pendidikan bagi siswa dari keluarga kurang mampu. Program tersebut dinilai efektif menjaga keberlangsungan pendidikan anak-anak Indonesia agar tidak putus sekolah akibat kendala ekonomi.
Sekolah Rakyat Pendidikan Inklusif dan Gratis
Program Sekolah Rakyat (SR) menjadi terobosan baru dalam pemerintahan Presiden Prabowo.
Program ini dirancang khusus untuk menjangkau anak-anak yang tidak dapat mengakses pendidikan formal, baik karena faktor ekonomi, sosial, geografis, maupun karena sudah terlanjur putus sekolah atau bahkan belum pernah mengenyam pendidikan sama sekali.
“Anak-anak yang tidak bisa sekolah, putus sekolah, atau mungkin bahkan dia tidak pernah sekolah, disekolahkan di Sekolah Rakyat,” jelas Teddy.
Berbeda dari sekolah formal pada umumnya, Sekolah Rakyat tidak hanya memberikan pendidikan secara gratis, tetapi juga menyediakan fasilitas penginapan (boarding), asupan gizi yang terjamin, serta layanan kesehatan bagi para siswanya. Konsep ini diharapkan mampu mengatasi berbagai hambatan multidimensi yang selama ini menjadi penyebab utama anak-anak kehilangan akses pendidikan.
Dengan pendekatan komprehensif tersebut, pemerintah ingin memastikan bahwa siswa tidak hanya memperoleh hak pendidikan, tetapi juga dukungan kesejahteraan dasar yang memadai agar proses belajar dapat berlangsung optimal.
Jangkauan dan Target Pengembangan
Dalam satu tahun terakhir, program Sekolah Rakyat telah menjangkau sekitar 16.000 hingga 22.000 siswa yang tersebar di 166 sekolah di berbagai daerah. Angka ini menunjukkan respons yang cukup signifikan terhadap kebutuhan pendidikan alternatif yang inklusif.
“Tahun ini, akan dibangun lagi 100 sekolah,” kata Teddy menambahkan.
Penambahan 100 sekolah baru tersebut diharapkan dapat memperluas cakupan layanan, terutama di wilayah-wilayah terpencil, daerah tertinggal, dan kawasan dengan tingkat putus sekolah yang masih tinggi. Pemerintah menargetkan agar dalam beberapa tahun ke depan, tidak ada lagi anak Indonesia yang kehilangan kesempatan belajar karena keterbatasan akses.
Sekolah Garuda dan Penguatan SDM Unggul
Selain Sekolah Rakyat, Presiden Prabowo juga meluncurkan program Sekolah Garuda. Program ini dirancang sebagai institusi pendidikan unggulan yang terintegrasi dengan kampus-kampus baru untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) berkualitas tinggi, khususnya di bidang STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics).
Sekolah Garuda diharapkan menjadi lokomotif pengembangan talenta nasional di sektor sains dan teknologi, sekaligus menjawab tantangan global yang semakin kompetitif. Dengan integrasi antara pendidikan menengah dan pendidikan tinggi, lulusan Sekolah Garuda diharapkan memiliki kesiapan akademik dan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri masa depan.
Keberlanjutan dan Penambahan Program
Teddy kembali menekankan bahwa prinsip utama pemerintahan saat ini adalah keberlanjutan dan penguatan program yang telah terbukti berjalan baik.
Menurutnya, kesinambungan kebijakan merupakan kunci stabilitas pembangunan nasional, termasuk di sektor pendidikan.
“Tidak ada program yang tidak dilanjutkan. Semua program berjalan dan bahkan ditambah,” tegasnya.
Dengan kombinasi antara keberlanjutan program bantuan seperti KIP, inovasi inklusif melalui Sekolah Rakyat, serta pengembangan talenta unggul lewat Sekolah Garuda, pemerintah optimistis dapat mempercepat terwujudnya pendidikan yang merata dan berkualitas di seluruh Indonesia.
Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari strategi besar pembangunan manusia Indonesia yang berdaya saing global, berakar pada nilai-nilai kebangsaan, serta berorientasi pada pemerataan kesempatan bagi seluruh anak bangsa tanpa terkecuali.
Red-Ervinna