Salah satu keunikan Loka Bumi terletak pada kemampuannya mengolah hasil tani menjadi produk yang tidak biasa.
Moringa Sticks menjadi salah satu inovasi dari tanaman
kelor. Nangka dikembangkan menjadi abon nangka dan bolen nangka, sementara
kangkung diolah menjadi keripik kangkung dan bayam Brazil dikembangkan menjadi
keripik bayam Brazil.
Selain itu, Loka Bumi juga mengembangkan berbagai produk
herbal, minuman fermentasi, juice sayur, aneka makanan olahan dan frozen food
dari potensi hasil tani.
Produk-produk tersebut tidak hanya mengandalkan bahan lokal,
tetapi juga mendapatkan sentuhan inovasi, pengolahan, branding dan kemasan
premium sehingga memiliki tampilan yang lebih menarik dan siap diperkenalkan ke
pasar yang lebih luas.
Ketua UMKM Asri 27 sekaligus penggagas konsep Loka Bumi, Dwi
Kartika Fitri, mengatakan bahwa inovasi menjadi kunci agar hasil tani memiliki
nilai tambah.
“Kami ingin mengubah cara pandang bahwa hasil tani tidak
harus berhenti sebagai bahan mentah atau produk yang biasa. Dengan kreativitas
dan pengolahan yang tepat, bahan yang sederhana bisa menjadi produk yang unik,
menarik dan memiliki nilai jual. Kami ingin Loka Bumi tumbuh menjadi brand
lokal yang memiliki kualitas dan mampu bersaing hingga pasar nasional,” ujar
Dwi Kartika.
Ketua KWT Asri 27, Ibu Jumini, menambahkan bahwa potensi
hasil tani di sekitar masyarakat sangat besar untuk dikembangkan.
“Bahan yang sederhana bukan berarti nilainya sederhana.
Dengan pengolahan, inovasi dan branding yang tepat, hasil tani bisa menjadi
produk yang lebih menarik, bernilai jual dan memiliki peluang pasar yang lebih
luas,” ujar Jumini.
EMPAT LOKA, SATU KESATUAN
Untuk mengakomodasi keberagaman kreativitas masyarakat, Loka
Bumi dikembangkan dalam empat lini yang saling melengkapi:
LOKA RAMU
Mengangkat tanaman dan herbal menjadi berbagai produk olahan
kreatif.
LOKA HAYATI
Mengembangkan potensi hasil budidaya, hasil tani dan inovasi
berbasis bahan alami.
LOKA RASA
Menghadirkan aneka makanan dan minuman inovatif berbahan
hasil tani dan bahan lokal.
LOKA LESTARI
Membawa semangat kelestarian melalui kreativitas Bank Sampah
dan Daur Ulang.
Meski memiliki karakter berbeda, seluruh lini tersebut tetap berada dalam satu identitas dan visi besar Loka Bumi: mengolah potensi menjadi sesuatu yang bernilai, bermanfaat dan berkelanjutan.
Ketua KRL Asri 27, Damidi, mengatakan hadirnya UMKM menjadi
langkah penting dalam perjalanan KRL Asri 27.
“Saatnya KRL Asri 27 naik kelas dengan UMKM-nya. Kami berharap apa yang dilakukan masyarakat ini tidak hanya menghasilkan produk, tetapi juga memberikan dampak nilai ekonomi bagi para pengurus dan warga setempat,” ujar Damidi.
Sementara itu, Ketua RW 27, Bapak Udin Wahyudin,
mengapresiasi kreativitas masyarakat, khususnya para ibu yang mampu
mengembangkan hasil tani dan potensi lingkungan menjadi berbagai produk
inovatif.
Menurutnya, kegiatan tersebut menunjukkan bahwa masyarakat memiliki potensi besar untuk berkembang apabila diberikan ruang dan dukungan.
Loka Bumi juga mendapat dukungan sarana melalui program
Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT PLN (Persero) Unit Induk
Transmisi Jawa Bagian Barat (UIT JBB).
Dari sisi lingkungan, kreativitas Daur Ulang juga menjadi
bagian dari ekosistem Loka Bumi. Berbagai material seperti kain perca dan
bungkus kopi dikembangkan menjadi produk kreatif seperti tas, topi dan tempat
tisu, sekaligus membuka peluang inovasi baru ke depannya.
Loka Bumi kini siap bersinergi dan berkolaborasi dengan
berbagai pihak untuk meningkatkan kualitas produk, mengembangkan inovasi,
memperkuat branding dan memperluas pemasaran.
Perjalanan Loka Bumi dimulai dari hasil tani dan kreativitas
masyarakat di RW 27.
Namun cita-citanya jauh lebih besar:
MENGUBAH POTENSI LOKAL MENJADI PRODUK BERKELAS DAN BERDAYA
SAING NASIONAL.
LOKA BUMI — LESTARI & BERDAYA
🌐 Website:
www.lokabumi.com
📱 Instagram:
@lokabumi_id


