Notification

×

Iklan

Iklan

Presiden Prabowo Subianto Pimpin Lima Rapat Strategis di Hambalang, Bahas Pendidikan, Geopolitik Hingga Kesiapan Mudik Lebaran

Maret 09, 2026 | Maret 09, 2026 WIB Last Updated 2026-03-09T02:51:03Z
Presiden Prabowo Subianto Pimpin Lima Rapat Strategis di Hambalang, Bahas Pendidikan, Geopolitik Hingga Kesiapan Mudik Lebaran
Bogor, neodetik.com
|| Prabowo Subianto menggelar serangkaian rapat strategis bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, pada Minggu (8/3/2026). Dalam sehari, Presiden memimpin lima rapat berbeda yang membahas berbagai isu penting mulai dari penguatan pendidikan nasional, perkembangan geopolitik internasional, hingga kesiapan pemerintah menghadapi arus mudik Lebaran.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam keterangan tertulisnya menjelaskan bahwa rangkaian rapat tersebut berlangsung sejak siang hingga malam hari. Presiden memanggil sejumlah menteri serta pejabat terkait guna memperoleh laporan terkini mengenai berbagai agenda prioritas pemerintah.
“Pada Minggu siang sampai malam hari, Presiden Prabowo Subianto menggelar lima rapat berbeda dengan memanggil beberapa menteri Kabinet Merah Putih di kediaman Hambalang, Bogor, Jawa Barat, 8 Maret 2026,” ujar Teddy.

Fokus Pada Penguatan Pendidikan dan Teknologi

Salah satu agenda utama yang dibahas adalah perkembangan pembangunan sepuluh kampus baru yang difokuskan pada penguatan bidang sains dan teknologi. Program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat sumber daya manusia di sektor strategis.

Menurut Teddy, pembangunan kampus baru tersebut diarahkan pada bidang STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) serta pendidikan kedokteran guna memperkuat kapasitas riset dan inovasi nasional.
“Perkembangan pembangunan sepuluh kampus baru terkait bidang STEM serta pendidikan kedokteran menjadi salah satu laporan utama yang diminta Presiden,” ungkapnya.

Selain pembangunan kampus baru, Presiden juga meminta laporan terkait upaya peningkatan kualitas perguruan tinggi negeri agar mampu bersaing di tingkat global. Pemerintah mendorong perguruan tinggi nasional untuk memperluas kerja sama dengan berbagai universitas ternama dunia dalam bidang riset, pertukaran mahasiswa, serta pengembangan teknologi.

Dalam rapat tersebut turut hadir Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto yang memaparkan berbagai program penguatan ekosistem pendidikan tinggi berbasis riset dan inovasi.

Bahas Dinamika Geopolitik Global

Selain isu pendidikan, Presiden juga membahas perkembangan situasi geopolitik internasional. Dalam pertemuan tersebut, perhatian khusus diberikan pada dinamika konflik di kawasan Timur Tengah yang dinilai memiliki implikasi terhadap stabilitas global maupun kawasan.

Teddy menyebutkan bahwa Presiden meminta laporan terkait perkembangan situasi tersebut serta dampaknya terhadap kepentingan Indonesia.
“Perkembangan situasi di Timur Tengah dihubungkan dengan eskalasi geopolitik yang dapat berdampak pada kondisi global dan regional, termasuk Indonesia,” kata Teddy.

Pembahasan geopolitik juga dihadiri oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dan Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan yang memberikan pemaparan mengenai perkembangan keamanan strategis serta langkah-langkah yang diambil pemerintah untuk menjaga stabilitas nasional.

Program Pendidikan Bagi Mahasiswa Palestina

Rapat juga membahas perkembangan program pendidikan bagi mahasiswa asal Palestina yang saat ini menempuh studi di Indonesia, khususnya di Universitas Pertahanan.

Menurut Teddy, program tersebut merupakan inisiatif yang telah dimulai sejak Prabowo menjabat sebagai Menteri Pertahanan pada 2022. Melalui program itu, pemerintah Indonesia memberikan kesempatan pendidikan kepada generasi muda Palestina.
“Sejak tahun 2022, Presiden Prabowo saat masih menjabat Menteri Pertahanan mengundang sekitar 20 hingga 40 anak-anak Palestina untuk bersekolah di Indonesia. Hingga kini jumlahnya hampir mencapai 200 mahasiswa dan mahasiswi,” jelas Teddy.

Dalam rapat tersebut turut hadir Rektor Universitas Pertahanan Anton Nugroho yang melaporkan perkembangan program pendidikan tersebut serta kontribusinya dalam memperkuat hubungan kemanusiaan dan kerja sama internasional.

Kesiapan Mudik Lebaran

Selain isu pendidikan dan geopolitik, Presiden juga menaruh perhatian pada kesiapan pemerintah menghadapi arus mudik Lebaran yang diperkirakan mulai meningkat dalam waktu dekat menjelang Hari Raya Idulfitri.

Pemerintah diminta memastikan aspek keamanan, kelancaran transportasi, serta kesiapan berbagai fasilitas publik agar perjalanan masyarakat selama periode mudik dapat berlangsung aman dan nyaman.
“Kesiapan keamanan dan kelancaran mudik menjelang sepuluh hari menuju Hari Raya Idulfitri juga menjadi salah satu hal yang dibahas dalam rapat tersebut,” ujar Teddy.

Dalam pembahasan tersebut, berbagai kementerian dan lembaga terkait diminta memperkuat koordinasi untuk mengantisipasi potensi kepadatan arus lalu lintas serta memastikan kesiapan infrastruktur transportasi.
Hadir Sejumlah Pejabat dan Pimpinan Lembaga
Rangkaian rapat di Hambalang tersebut juga dihadiri oleh Direktur Utama PT Pindad Sigit Santosa serta sejumlah pejabat pemerintah lainnya yang memberikan laporan sesuai dengan bidang tugas masing-masing.
Melalui rapat maraton tersebut, Presiden Prabowo menegaskan pentingnya koordinasi lintas kementerian dalam menjalankan berbagai agenda prioritas nasional.

Pemerintah menaruh perhatian pada penguatan sektor pendidikan dan teknologi, respons terhadap dinamika geopolitik global, serta kesiapan menghadapi momentum besar nasional seperti arus mudik Lebaran.
Langkah ini diharapkan dapat memastikan seluruh program strategis pemerintah berjalan optimal serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Red-Ervinna
×
Berita Terbaru Update