Kota Bogor, NEODETIK.COM : Warga Kelurahan Baranangsiang, Kota Bogor, kembali dibuat kecewa dengan buruknya pelayanan air bersih dari PDAM Kota Bogor. Pada Rabu (1/7/2026) sekitar pukul 10.00 WIB, air yang mengalir ke rumah-rumah warga berubah menjadi berwarna cokelat keruh, sehingga tidak layak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.
Berdasarkan dokumentasi yang diterima, air yang ditampung di dalam wadah tampak keruh kecokelatan, memunculkan kekhawatiran masyarakat terhadap kualitas air yang mereka terima. Kondisi tersebut jelas bertolak belakang dengan fungsi utama PDAM sebagai penyedia layanan air bersih bagi masyarakat.
Warga Baranangsiang yang berinisial Ny. HB mempertanyakan komitmen PDAM Kota Bogor dalam menjaga kualitas distribusi air.
"Pasalnya kita setiap bulan sebagai pelanggan diwajibkan membayar tagihan tepat waktu, namun ketika kualitas pelayanan menurun, kita di pihak masyarakat justru menjadi pihak yang harus menanggung kerugian.
Air yang seharusnya dapat digunakan untuk memasak, mandi, mencuci, maupun kebutuhan rumah tangga lainnya justru berubah menjadi air keruh yang menimbulkan keresahan." Ujar Ny.HB
Peristiwa ini menjadi kritik serius terhadap kinerja PDAM Kota Bogor. Pelayanan air bersih bukan sekadar persoalan mengalir atau tidak mengalir, tetapi juga menyangkut kualitas air yang aman dan layak digunakan. Air berwarna cokelat seperti yang dialami warga tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa tanpa penjelasan yang transparan kepada pelanggan.
PDAM Kota Bogor didesak segera memberikan penjelasan resmi mengenai penyebab berubahnya kualitas air tersebut, langkah penanganan yang telah dilakukan, serta jaminan agar kejadian serupa tidak terus berulang.
Transparansi merupakan bentuk tanggung jawab kepada masyarakat yang telah mempercayakan kebutuhan air bersihnya kepada perusahaan daerah tersebut.
Pemerintah Kota Bogor juga diharapkan turun tangan melakukan evaluasi terhadap pelayanan PDAM. Air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat, sehingga setiap keluhan yang berkaitan dengan kualitas air harus ditangani secara cepat, serius, dan terbuka.
"Masyarakat Baranangsiang tidak membutuhkan alasan yang berulang, melainkan solusi nyata. Kepercayaan publik tidak dibangun melalui slogan pelayanan prima, tetapi melalui kualitas layanan yang benar-benar dirasakan masyarakat." Tambah Bpk. IS salah satu warga Baranangsiang
Ketika air yang keluar dari keran justru berwarna cokelat, kritik terhadap penyelenggara layanan publik menjadi sesuatu yang wajar dan harus dijawab dengan tindakan, bukan sekadar janji.
(Firly Nugraha)